KABAR NASIONAL Kabar Parlemen

Ace Hasan Pertimbangkan Soal Usulan Jokowi Nafkahi Janda

Politisi Golkar, Ace Hasan Syadzily menilai usul relawan Kopi Politik Syndicate (KPS) ke Jokowi terkait menafkahi janda dan petani patut dipertimbangkan. [foto: detik]

kabargolkar.com, JAKARTA – Partai Golkar mengapresiasi usulan program relawan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Kopi Politik Syndicate (KPS), agar negara menggaji petani dan menafkahi janda. Golkar menyebut usulan itu akan dipertimbangkan.

“Sebagai sebuah aspirasi, saya kira patut untuk dipertimbangkan,” kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily saat dikonfirmasi, Jumat (4/1/2019).

Meski demikian, Ace mengatakan kesejahteraan petani sudah jadi perhatian serius bagi Jokowi-Ma’ruf. Ia mengatakan hal itu sudah tertuang dalam visi-misi pasangan calon.

Jokowi-Ma’ruf, lanjut Ace, ingin menciptakan petani yang produktif, berpendapatan lebih baik, kuat, mandiri, dan berdaya saing.

“Visi misi kami menyatakan ‘meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produksi, yang dilakukan dengan memfasilitasi percepatan adopsi inovasi teknologi budi daya dan pascapanen, mengembangkan aspek agrobisnis yang dapat meningkatkan pendapatan petani, serta mendorong agar terjadi konsolidasi kelompok tani menjadi besar sehingga memiliki daya saing yang kuat’,” sebut dia.

Selain itu, terkait program nafkah bagi janda, Ace menyebut hal itu juga secara prinsip telah dilakukan Jokowi saat ini. Bantuan sosial itu dilakukan lewat Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kalau untuk janda, dalam program pemerintahan Jokowi ada program seperti PKH yang diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan terendah. Mereka akan mendapatkan bantuan sosial sesuai dengan kebutuhan hidupnya, misalnya untuk pendidikan anak, nutrisi, dan kesehatan,” jelas Ace.

Kopi Politik Syndicate (KPS) ingin pemerintah memberi gaji untuk para petani dan menafkahi para janda. KPS ingin petani tetap produktif dan sejahtera.

Sementara soal nafkah untuk janda, disebutkan menjadi penting karena tugas mereka mendidik anak yang merupakan masa depan bangsa.

“Terutama janda yang tidak mampu, ini adalah bentuk penghargaan pada para ibu dan diatur di agama Islam, untuk memperhatikan janda, anak yatim dan kaum miskin,” kata Direktur Eksekutif KPS, Indra Budiman. [detikcom]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *