KABAR DPD Kabar Parlemen

Ajak LIPI Kerjasama, Gandung: Potensi yang Ada Perlu Dikembangkan

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo (tiga kanan) menunjukkan obat hasil teknologi Lipi. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

Kabargolkar.com, KULONPROGO – Anggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman mengundang Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia (LIPI) menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo untuk mengimplementasikan teknologi.

Gandung Pardiman mengaku sengaja mengundang Lipi ke Kullonprogo sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Komisi VII DPR, kata dia, selama ini bermitra dengan Lipi, PLN ataupun Pertamina. Sehingga tidak salah kemudian membawa Lipi ke Kulonprogo untuk melakukan kerja sama.

“Kita akan mendukung pengembangan potensi yang ada di Kulonprogo demi kesejahteraan masyarakatnya,” tuturnya, Senin (13/11).

Gandung mengajak masyarakat untuk cerdas dalam memilih pemimpin dan wakilnya. Mereka harus bisa kiprah dan prestasi yang sudah ada.

“Pemimpin harus mampu bekerja, jangan hanya bicara politik,” ujarnya.

Wakil Ketua Lipi Bambang Subiyanto mengatakan, penjajakan kerja sama ini untuk mengimplementasikan penerapan teknologi bagi kesejahteraan masyarakat. “Kita ingin mengimplementasikan teknologi yang kita miliki untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan UMKM,” katanya.

“Banyak teknologi yang kita miliki, seperti pupuk untuk peningkatan kuantitas dan produktivitas maupun pengembangan potensi UMKM di daerah,” tutur Bambang.

Jika tidak ada kendala, kata Bambang, seusai audiensi dan penjajakan kerja sama ini akan dibawa ke pusat untuk dipersiapkan penandatangan kerja sama (MoU) antara Lipi dan Pemkab Kulonprogo. Sehingga pada awal tahun 2019, kerja sama sudah bisa dimulai.

“Kita juga siapkan bimbingan untuk sertifikasi produk untuk peningkatan kualitas dan produksi,” katanya.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Bupati berharap kerja sama ini bisa mengembangkan potensi beras organik yang ada di Kulonprogo.

Setidaknya ada 200 hektare lahan yang dikembangkan untuk pertanian padi organik. Benih yang dikembangkan merupakan varietas lokal yang dikenal dengan padi Menoreh.
“Varietas ini sudah empat tahun kita observasi, dan sudah kita daftarkan sertifikasi varietas in,” katanya.

Jika produk ini sukses, Kulonprogo telah memiliki pangsa pasar. Setiap bulan PNS membeli minimal 10 kilogram beras yang diproduksi petani. Padahal ada 6.000 PNS, 4.000 perangkat desa dan ada 4.000an tenaga honorer.

“Ini adalah salah satu gerakan Bela Beli Kulonprogo,” tandasnya.

Beras produksi petani juga sudah diserap oleh Bulog. Dalam pengadaan beras untuk memenuhi kebutuhan raskin, Bulog bekerja sama dengan Gapoktan untuk membeli beras lokal.

Ikut hadir dalam audiensi anggota Komisi VII DPR sal DIY Gandung Pardiman dan juga Kepala Lipi Yogyakarta. Menurut Bambang, banyak sekali teknologi yang bisa diterapkan di Kulonprogo. Tidak hanya yang diteliti di Lipi Yogyakarta namun juga di Lipi pusat. Teknologi itu nantinya akan dipilih sesuai kebutuhan masyarakat Kulonprogo. [inews]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *