KABAR GOLKAR KABAR KADER SOSOK

Akbar Dorong Kader HMI dan Golkar Gunakan Hak Konstitusional

Akbar Tanjung, salah satu tokoh Partai Golkar yang nasionalis-agamis. [istimewa]

Kabargolkar.com, JAKARTA – Politisi Partai Golkar sekaligus mantan aktivis yang fokus terhadap perkaderan dari sisi nasionalis-agamis, Akbar Tanjung mengajak dan mengimbau seluruh tokoh yang dan anggota yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Partai Golkar untuk turut berpartisipasi menggunakan hak konstitusional yang dimiliki guna mensukseskan agenda Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Saya mengimbau dan mengajak seluruh kader HMI dan Golkar untuk ikut menggunakan hak konstitusionalnya. Suara harus kita gunakan agar Pileg dan Pilpres 2019 berjalan dengan lancar dan sukses,” tegasnya saat ditemui usai Rapat Pleno I Pengurus Besar (PB) HMI di Provinsi Lampung, beberapa waktu lalu.

Seperti dilansir lampungpro.com Akbar juga mengatakan, keberhasilan pempimpin sebuah partai politik dapat dilihat dari segi menaikkan perolehan kursi dari partai tersebut. di berbagai lembaga legislatif terutama di DPR RI maupun DPRD kabupaten/kota.

Aktivis Keislaman dan Kepemudaan

Akbar Tanjung diketahui merupakan sosok yang memiliki sisi nasionalis dan agamis. Hal ini terbukti ketika Akbar Tanjung yang pernah menjadi Ketua Umum PB HMI periode 1972-1974. Selain pernah menjabat sebagai Ketum PB HMI, Bang Akbar-sapaan akrabnya-juga aktif di Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI).

Setelah KAMI bubar, akhirnya dibentuk Laskar Ampera Arief Rachman Hakim. Pada tahun 1973, ia juga ikut mendirikan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), bahkan ia menduduki posisi sebagai Ketua Umum DPP KNPI periode tahun 1978-1981.

Geiiat Politik

Karier politiknya, Akbar memilih bergabung dengan Partai Golkar, organisasi penguasa saat Orde Baru berkuasa. Dia mulai aktif pada tahun 1974-an. Akbar juga menjadi anggota DPR RI mewakil Provinsi Jawa Timur periode 1977 -1988.

Setelah itu, dia diminta oleh Presiden Soeharto untuk menjadi menteri. Akbar Tandjung beberapa kali menjadi menteri. Dia dipercaya menjadi Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga (1988-1993), Menteri Negara Perumahan Rakyat (1993-1998), Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Pemukiman (1998).

Saat rezim Orde Baru runtuh, dia ditunjuk oleh Presiden BJ. Habibie, yang menggantikan Soeharto, menjadi Menteri Sekretaris Negara, Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999)

Bersamaan lahirnya Era Reformasi, pemilu secara demokratis digelar pertama kalinya, Akbar berhasil membawa Partai Golkar selamat dari ancaman pembubaran dari rezim Reformasi dan berhasil ikut pemilu 1999. Akbar yang saat itu menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar terpilih sebagai anggota DPR sekaligus menjadi Ketua DPR RI periode 1999-2004.

Istiqomah di Partai Golkar

Setelah itu, Akbar memilih konsisten tetap di Partai Golkar, meskipun dia tidak terpilih kembali untuk periode 2004-2009 yang dimenangi Jusuf Kalla waktu itu. Pada periode berikutnya, ia menjadi Ketua Dewan Pembina Golkar saat kepemimpinan Aburizal Bakrie periode 2009-2014.

Pada pengurus Golkar berikutnya, ia kembali menjadi ketua dewan pembina DPP Golkar periode 2014-2016 dibawah pimpinan yang sama dari hasil munas Bali. Karena kisruh Golkar belum juga selesai antara kelompok Aburizal Bakrie dan Agung Laksono, maka digelar Munaslub.

Pasca Munaslub Golkar di Bali pada 2016, gabungan Golkar Aburizal Bakrie dan Agung Laksono, Akbar Tandjung tetap bergabung dengan Golkar. Dalam kepemimpinan Setya Novanto, ia diminta menjadi wakil ketua Dewan Kehormatan Golkar mendampingi B.J Habibie untuk periode 2016-2019. [viva]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *