KABAR KADER

Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Begini Komentar Kader Muda Golkar Asal Pasuruan

Mochammad Iskandar Zulkarnain, kader muda Golkar dan mantan aktivis mahasiswa

kabargolkar.com, PASURUAN – Aksi demonstrasi mahasiswa yang terjadi selama seminggu ini di beberapa daerah menyita sorotan masyarakat luas, bahkan demo terjadi lagi pada hari senin (30/9/2019) dan selasa (1/10/2019) di Gedung DPR RI. Menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki optimisme yang kuat bahwa DPR dapat merevisi RUU KPK dan RKUHP yang akan disahkan.

Hal ini pun direspon oleh Mochammad Iskandar Zulkarnain mantan Aktivis Mahasiswa Kota Pasuruan. Menurut Zulkarnain, sapaan akrabnya, aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah meurpakan respon kepada kebijakan pemerintah yang sudah cukup bagus dalam ekosistem gerakan mahasiswa. Karena sudah jamak dimana selama ini mahasiswa cenderung pasif dalam menghadapi beberapa isu strategis nasional.

“Cukup bagus bagi ekosistem gerakan mahasiswa, banyak mantan aktivis mahasiswa yang khawatir ekosistem gerakan sudah punah dalam adik-adik mahasiswa kita, karena mereka pada sibuk dengan gadget dan gaya hidup yang ambyar,” jelas Zulkarnain.

Ketua Presidium Central Study Activist (CSA) tersebut menambahkan catatan penting bahwa para aktivis mahasiswa harus dapat menyaring informasi-informasi yang cenderung mengadu domba dan informasi yang benar-benar harus ditindaklanjuti. Menurutnya apabila demo terjadi hanya karena sentimen di media sosial maka akan menimbulkan perpecahan yang laten.

“Yang menjadi catatan penting untuk adik-adik aktivis mahasiwa adalah sejauh mana alam diskusi dan telaah kritis mahasiswa itu kini tumbuh dan berkembang, saya melihat bahwa aksi demonstrasi hari ini timbul karena sentimen yang terbawa dari media sosial. Bukan hasil dari kajian yang runut dan kritis ala mahasiswa,” tegas Zulkarnain.

“Tentang RUU KUHP misalkan, bukankah ini RUU yang sangat Indonesia karena untuk pertama kalinya kita memiliki UU KUHP buatan Indonesia setelah semela ini mewarisi hukum kolonial. Terlebih pemerintah membuka ruang dialog dengan menunda pengesahan RUU tersebut,” imbuhnya.

Zulkarnain pun sedikit kilas balik aksi 98, dimana banyak ditemukan serakan sejarah yang mencatat forum-forum diskusi demokrasi dibeberapa kampus dan organisasi gerakan. Karena menurutnya, secara politik Indonesia bukan negara oligarki dan bukan kekuasaan super power.

“Untuk teman-teman Mahasiswa, mari berpikir strategis seraya merenungkan ucapan dari Sayidina Ali yang mengatakan bahwa ‘Dalam masa kekacauan sosial, jadilah Onta muda yang tak berpunggung cukup kuat untuk ditunggangi dan juga tak punya susu untuk diperah’,” pungkasnya. (wai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *