KABAR PILEG

Anti Politik Uang, Caleg Golkar Ini Deklarasikan “Politik Modal Dengkul”

kabargolkar.com

Gatot Sudariyono, Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari dapil DKI Jakarta II (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri), dengan nomor urut 4

kabargolkar.com, JAKARTA – Masa kampanye pemilihan umum menyisakan waktu sekitar dua bulan lagi sebelum pencoblosan tanggal 17 April 2019. Masa-masa menjelang pencoblosan ditengarai menjadi periode yang rawan terjadinya politik uang. Pada periode waktu ini, masyarakat akan banyak didatangi oleh pihak-pihak yang merayu untuk memilih sosok-sosok tertentu, baik di pemilihan legislatif maupun di pemilihan presiden.

Politik uang akan menghasilkan hasil demokrasi yang tidak bermutu. Politik uang sangat berbahaya bagi demokrasi di Indonesia. Selain akan menghasilkan pemimpin yang tidak bermutu, juga akan melemahkan politisi dan institusi demokrasi itu sendiri. Oleh karena itu, tidak boleh ada ruang sedikitpun terhadap politik uang. Sekecil apapun, politik uang harus diberantas dan dihilangkan.

Politik uang juga mejadi perhatian salah satu Caleg Golkar, Gatot Sudariyono. Sosok yang aktif di Partai Golkar sebagai Wakil Sekjen DPP Partai Golkar ini maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari dapil DKI Jakarta II (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri), dengan nomor urut 4.

Pada Minggu, 10 Februari 2019, Gatot Sudariyono mendeklarasikan “Politik Modal Dengkul” melalui media sosial instagram, @modal.dengkul.id.

Deklarasi Politik Modal Dengkul

Pemilu sebagai proses demokrasi mengantarkan hasil baik dalam memilih pemimpin nasional dan daerah. Sayangnya, di sisi lain, pemilu juga menghasilkan ekses negatif seperti “demokrasi wani piro”. Belakangan ini proses demokrasi, terutama dalam Pemilu Legislatif, telah dicederai oleh massifnya Politik Uang.

Sebagai bentuk keprihatinan dan perlawanan terhadap Politik Uang, saya, Gatot Sudariyono, Caleg DPR RI dari Partai Golkar untuk Dapil DKI 2, dengan ini mendeklarasikan Politik Modal Dengkul. Saya akan menggunakan dengkul saya untuk berlari dan bersepeda menggalang dana bagi kemanusiaan dan menggalang suara bagi pemenangan.

Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih memberi bimbingan Nya, untuk kita dapat mecintai dan berbakti pada negeri dengan lebih baik.

View this post on Instagram

Deklarasi Politik Modal Dengkul Pemilu sebagai proses demokrasi mengantarkan hasil baik dalam memilih pemimpin nasional dan daerah. Sayangnya, di sisi lain, pemilu juga menghasilkan ekses negatif seperti “demokrasi wani piro”. Belakangan ini proses demokrasi, terutama dalam Pemilu Legislatif, telah dicederai oleh massifnya Politik Uang. Sebagai bentuk keprihatinan dan perlawanan terhadap Politik Uang, saya, Gatot Sudariyono, Caleg DPR RI dari Partai Golkar untuk Dapil DKI 2, dengan ini mendeklarasikan Politik Modal Dengkul. Saya akan menggunakan dengkul saya untuk berlari dan bersepeda menggalang dana bagi kemanusiaan dan menggalang suara bagi pemenangan. Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih memberi bimbingan Nya, untuk kita dapat mecintai dan berbakti pada negeri dengan lebih baik. Jakarta, 10 Februari 2019 Salam Dengkul, Gatot Sudariyono (Caleg Modal Dengkul) @gatotsudariyono #modaldengkul #calegmodaldengkul #indorun #run #pileg2019 #pemilu2019 #lari #digitalcampaign #kampanye

A post shared by Caleg Modal Dengkul (@modal.dengkul.id) on

Harapannya, baik penyelenggara Pemilu maupun calon pemilih membentuk mental yang kuat dalam menolak politik uang. Mental yang kuat akan mampu menahan godaan politik uang demi tegaknya demokrasi yang berkualitas di Indonesia. (kabargolkar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *