KABAR NASIONAL

Antisipasi Bencana Akibat Pergerakan Tanah, Ketua DPR Minta Penelitian dan Pemetaan Daerah Rentan

Tanah bergerak (Photo : ANTARA FOTO/Jafkhairi)

kabargolkar.com Ketua DPR RI meminta pemerintah melalui aparat terkait waspada dan mengantisipasi kemungkinan bencana akibat pergerakan tanah, dan meminta diadakan penelitian serta pemetaan daerah-daerah rentan bencana tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bambang Soesatyo melalui pesan tertulis pada Kamis (4/10/2018), terkait pernyataan Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang mengatakan pentingnya kesiapsiagaan dalam mengantisipasi pergerakan tanah.

Pernyataan tersebut cukup masuk akal, mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan pergerakan tanah (dalam kurun waktu 2005-2017 tercatat 1.643 gerakan tanah yang menelan korban jiwa sebanyak 549 orang).

“Mendorong Komisi V DPR meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama PVMBG untuk melakukan pemetaan daerah-daerah yang rentan tanah longsor, serta melakukan penelitian terhadap kondisi tanah/lahan guna mengantisipasi dan mengupayakan sejumlah langkah pencegahan terjadinya tanah longsor dan mencegah timbulnya korban ketika bencana,” terang Bamsoet.

Politisi Partai Golkar ini juga mendorong Komisi II DPR meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang untuk membuat peraturan yang melarang pembangunan permukiman di kawasan yang rentan tanah longsor.

Menurut Bamsoet, hal ini perlu dilakukan mengingat pentingnya menyesuaikan pembangunan dengan karakteristik tanah. Bamsoet juga mengimbau kepada setiap Pemerintah Daerah (Pemda) agar di setiap daerahnya memiliki Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk perencanaan dalam pemanfaatan ruang dan bangunan yang serasi, seimbang, aman, nyaman dan produktif sesuai dengan Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

“Mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan, tidak membangun rumah secara sembarangan di perbukitan, serta untuk menghentikan penambangan liar di kaki bukit, guna mencegah terjadinya tanah longsor,” pungkas Bamsoet. (tim liputan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *