KABAR DPD

Baleg DPR Papua-Mitra Kembali Bahas Perdasus Miras

Politisi Partai Golkar dan Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long (dharapos)

kabargolkar.com, JAYAPURA –  Badan Legislasi (Baleg) DPR Papua akan membahas kembali Perdasus
nomor 15 tahun 2013 tentang pelarangan miras di Papua dengan sejumlah mitra dalam minggu ini.
Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long mengatakan, selain melibatkan akademisi, Perdasus ini juga
akan dibahas bersama Biro Hukum dan Kesbang Pol Provinsi Papua.

“Kami dalam satu dua hari ini bersama hukum Uncen akan merevisi Perdasus agar lebih punya efek jera untuk
sanksi hukumnya. Kami akan bahas besok sampai Jumat dengan mitra misalnya Biro Hukum, Kesbangpol
akan dilihat pasal per pasal akan diberi bobot agar penjual dan konsumen juga dapat efek jera,” tegasnya,
Selasa (27/11/2018).

Menurut Tan, denda atau sanksi termasuk sanksi hukumnya akan dilihat kembali, dan itu merupakan poin
utama yakni merevisi terkait efek jeranya yang dianggap kurang menggigit.

“Pasal-pasal terkait denda dan sanksi hukum akan lebih diperberat, karena kini kelihatannya hanya enam
bulan kalau tidak salah dan dendanya berapa begitu,” bebernya.

Untuk Perdasus itu sendiri menurut Tan, sah berarti semua kabupaten/kota harus meresponsnya karena ini
bukan hanya di lingkungan tertentu tapi di seluruh Papua berarti ada kabupaten dan ada kota didalamnya.

“Kalau melihat dari beberapa perspektif pertama mengenai regulasi sah dan kedua kami mau semua para
stake holder, pemerintah, adat, toga, pemuda, perempuan jangan hanya mereka ini yang memperhatikan
masalah minol tapi pengusaha dan pedagang, pemasok, penyalur, pengedar miras supaya menghormati
Perdasus nomor 15 tahun 2013 agar dilaksanakan,”kembali tegasnya.

Tujuan Perdasus itu lanjut dia adalah untuk menghindarkan masyarakat dari dampak buruk miras dan bukan
hanya untuk orang asli Papua tapi semua masyarakat di Papua, termasuk masyarakat Nusantara.

Untuk itu, politisi Golkar ini mengajak semua elemen agar saling menghormati dan berusaha dengan baik.
“Yang tak kalah pentingnya, semua masyarakat di Papua agar menjauhi miras. Baik pabrikan maupun lokal
dan oplosan karena kalau antar penjual, pemasok dan pengedar dengan konsumen sama-sama tidak menjaga, itu tujuan perdasi tidak tercapai, dan masyarakat sendiri yang rugi,” pungkasnya. (dharapos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *