KABAR NASIONAL Kabar Parlemen

Bamsoet Dorong Polri Telusuri Kasus Elpiji Oplosan

Kombes Pol. Argo Yuwono saat merilis kasus tabung gas elpiji olosan di Polda Metro Jaya, Selasa (22/1). [foto. dok. BreakingNews]

kabargolkar.com, JAKARTA – Adanya pengoplosan gas elpiji nonsubsidi 12 kg yang diisi dari 4 tabung gas elpiji subsidi 3 kg di Jakarta dan Tangerang membuat masyarakat gerah. Pasalnya, kejahatan ini bukan kali ini saja terjadi.

Oleh karenanya, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendesak kepada PT Pertamina (Persero) agar segera mencabut izin agen atau distributor gas elpiji yang melakukan pengoplosan tersebut.

“PT. Pertamina (Persero) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Pemerintah Daerah (Pemda) memperketat izin usaha perdagangan untuk menjadi distributor atau agen gas elpiji,” terang politisi Partai Golkar ini, Rabu (23/1).

Bamsoet juga meminta Pertamina bersama Polri meningkatkan pengawasan dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor dan agen elpiji secara berkelanjutan guna meminimalisir tindak kriminal pengoplos gas elpiji tersebut.

“Mengimbau kepada masyarakat untuk turut aktif atau melaporkan ke Kepolisian RI jika mengetahui adanya distributor atau agen yang mengoplos gas elpiji di lingkungan sekitarnya,” katanya.

Seperti diberitakan portal berita online, Sindonews, Polda Metro Jaya telah menciduk enam pelaku pengoplosan gas elpiji 3 kg menjadi 12 kg di empat lokasi yang ada di Tangerang dan Jakarta Timur. Adapun keenamnya berinisial ADN, LA, RSM, KND, KSN, dan YEP.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, akibat perbuatan para pelaku yang telah melakukan pengoplosan elpiji, keenam tersangka itu dijerat Pasal 62 Undang-Undang No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 32 Undang-Undang Nomor 2/1981 tentang Metrologi Legal dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan denda maksimal Rp2 miliar.

“Dari pemeriksaan, tersangka ADN dan LA ini yang dari Tangsel mengaku sudah 3 bulan melakukan ini. Sedang tersangka RSM, KND, KSN, dan YEP ini mengaku sudah setahun,” kata Argo pada wartawan, Selasa (22/1).

Namun, lanjut Argo, polisi tak akan begitu saja memercayai keterangan para tersangka itu. Polisi bakal melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengkroscek kebenaran keterangan tersangka dengan fakta yang ditemukan nantinya.

Dia pun mengimbau pada masyarakat untuk tidak sungkan dan takut melaporkan bila ada temuan kasus serupa di wilayahnya. Pasalnya, gas oplosan itu selain bisa membuat bahaya kecelakaan, juga meeugikan ekonomi masyarakat.

“Diharapkan ke depan tak ada lagi kejadian seperti ini, masyarakat pun harus menjadi kontrol sosial di wilayahnya masing-masing, laporkan saja saat ada hal-hal yang mencurigakan dan kita terus bersama mencegah hal seperti ini terulang,” tutupnya. [*/Sindonews]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *