KABAR NASIONAL Kabar Parlemen

Bamsoet Prihatin Longsor di Samosir Tewaskan 8 Orang

Longor menimbun salah satu rumah warga di Samosir. [foto: liputan6]

Kabaroglkar.com, JAKARTA – Bencana longsor menimpa empat rumah di Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kamis (13/12), mengakibatkan delapan orang tewas dan tiga orang lainnya masih dalam pencarian.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo menaruh rasa keprihatinannya dan menyampaikan ucapan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. “Serta berharap agar yang ditinggal tetap tegar dalam menerima bencana tersebut,” ungkapnya.

Kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerja sama dengan TNI dan Kepolisian, Bamoset meminta untuk melakukan pencarian korban yang masih tertimbun longsor secara intensif.

“Pemerintah Daerah (Pemda) bersama BPBD untuk merelokasi warga yang tinggal di sekitar daerah rawan longsor, mengingat intensitas hujan yang tinggi saat musim hujan berpotensi terjadinya longsor susulan,” terangnya.

Dia juga mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Pemerintah Daerah untuk memberikan solusi bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana longsor.

Selai itu, pihaknya juga mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama BNPB untuk melakukan pemasangan alat pendetaksi dini /early warning system (EWS) di wilayah rawan longsor. “Guna memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang tinggal di daerah tersebut untuk melakukan penyalamatan diri/evakuasi,” paparnya.

BMKG, masih kata Bamsoet, agar terus memberikan informasi mengenai kondisi cuaca dan alam Indonesia secara cepat dan akurat melalui media cetak, siber, dan siaran, maupun melalui SMS broadcast, guna memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi. “Serta aktif memberikan informasi tersebut kepada lembaga transportasi darat, laut/sungai/danau, dan udara,” tuturnya.

Legislator Fraksi Golkar Dapil Jawa Tengah VII ini mengimbau kepada Pemerintah bersama masyarakat untuk melakukan strategi dan upaya penanggulangan bencana longsor, dengan memberikan sosialisasi pencegahan longsor kepada masyarakat agar tidak melakukan penebangan pohon secara sembarangan, melakukan penghijauan di daerah rawan longsor, pembuatan tanggul penahan longsor, serta tidak membangun pemukiman ataupun fasilitas umum di daerah yang rawan terjadinya longsor.

“Kami harap juga masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, serta selalu siaga dan tanggap terhadap bencana yang mungkin terjadi di daerah tempat tinggalnya agar masyarakat dapat menyelamatkan diri secara cepat,” tandasnya. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *