Kabar Parlemen

Bantu Millenial, Gandung Beri 30 Motor Sampah

Anggota DPR RI komisi VII, Gandung Pardiman bersama Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Sinta Saptarina Soemiarno, menyerahkan bantuan motor sampah di komplek Graha Gandung Pardiman center, Karang Tengah, Imogiri, Bantul, Minggu (11/11/2018). [Foto: Tribun Jogja]

Kabargolkar.com, BANTUL – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama mitra kerjanya, komisi VII DPR RI menyerahkan bantuan sedikitnya 30 unit sepeda motor sampah roda tiga kepada masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Bantuan motor sampah ini dalam rangka pelaksanaan pengelolaan sampah, menuju Indonesia bersih dari sampah tahun 2025.

Penyerahan motor sampah secara simbolis dilakukan oleh Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Sinta Saptarina Soemiarno, didampingi oleh anggota DPR RI komisi VII, Gandung Pardiman di komplek Graha Gandung Pardiman center, Karang Tengah, Imogiri, Bantul, Minggu (11/11/2018). Bantuan itu kemudian diterima langsung oleh perwakilan dari masing-masing kelompok dan Pemerintah Kabupaten.

Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan B3, Sinta Saptarina Soemiarno, mengatakan program bantuan armada yang difungsikan sebagai pengangkut sampah itu merupakan program nasional.

“Untuk wilayah DIY, kita serahkan bantuan ada 30 armada pengangkut sampah yang kita disebar di tiga Kabupaten, Bantul, Sleman dan Gunungkidul,” tuturnya, ditemui saat penyerahan bantuan, Minggu (11/11/2018)

Adapaun tujuan dari penyerahan bantuan sepeda motor sampah ini, kata Sinta, supaya ada infrastruktur yang khusus menangani tentang pengolahan sampah di masyarakat. Karena, menurut dia, sampah merupakan persoalan yang sangat komplek. Dalam sehari, Sinta menyebutkan, setiap perorangan mampu memproduksi sedikitnya 0.7 kg sampah.

“Sehingga dalam kalkulasi perhitungan, tempat pembuangan akhir sampah sudah tidak sanggup lagi untuk menampung,” ujar dia.

Sebab itu, sesuai Peraturan Presiden nomor 97 tahun 2017, Kementerian LHK tengah menggalakkan program kebijakan dan strategi pengelolaan sampah, baik dari sampah rumah tangga maupun sejenis rumah tangga. Program ini mengharuskan pemerintah pusat dan pemerintah daerah melakukan pengelolaan sampah 70 persen dan mengurangi produksi sampah sebanyak 30 persen.

“Jadi akan ada pengurangan penggunaan plastik, bahan daur ulang dan pemanfaatan kembali sampah. Melalui 3 R, Reuse, Reduce, Recycle,” jelasnya.

Sementara itu, anggota komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman, mengatakan, melalui aspirasi, ia sebenarnya mengajukan bantuan lebih dari 30 unit sepeda motor sampah untuk masyarakat daerah istimewa Yogyakarta. Namun demikian, baru bisa dikabulkan oleh pemerintah sebanyak 30 unit.

Kendati dirasa masih kurang, Gandung mengaku cukup gembira karena penerima bantuan armada pengangkut sampah kebanyakan merupakan kelompok anak-anak muda, kaum milenial.

“Anak muda ini akan terus kita kawal sampai sukses, baik management maupun pengolahan sampah,” ungkap dia.

Kedepan, politisi partai Golkar ini mengaku akan membuat lomba kreatifitas pengolahan sampah. Hadiahnya akan dicanangkan puluhan juta rupiah. Tujuannya, supaya anak-anak muda lebih kreatif dalam pengolahan sampah. Sehingga diharapkan, kelompok anak muda ini akan dapat merasakan kemanfaatan dari sampah.

“Kami ingin dorong, bahwa sampah bukan hanya sebatas limbah, tapi bisa bermanfaat dari sektor ekonomi,” tutupnya. [tribunjogja]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *