KABAR PILEG KABAR PILPRES

[ Bappilu Golkar ] Pembentukan Bappilu Jabar Langkah Strategis Menangkan Pileg 2019

sebelumnya: [ Bappilu Golkar ] Pileg 2019 Momentum Bagi Caleg Millenial dan Perempuan


 

bappilu golkar

Ketua Umum Airlangga Hartarto (viva.co.id)

kabargolkar.com Sejak lama, Provinsi Jawa Barat menjadi indikator kemenangan dalam peta politik nasional. Hal tersebut menjadikan Jabar sebagai provinsi penting yang wajib dimenangkan untuk merebut kemenangan secara nasional. Hal ini pula yang membuat Partai Golkar mendahulukan pembentukan Bappilu dibanding provinsi lainnya di Indonesia.

Jawa Barat menjadi provinsi pertama yang telah melantik Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu), demikian diungkapkan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto pada Selasa (18/9/2018). Bertempat di Kantor DPD Partai Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Bappilu Golkar Jabar dibentuk dengan Ketua pemenangan Bappilu Jabar dipercayakan kepada MQ Iswara. Pembentukan Bappilu Jabar ini setelah pelaksanaan rapat pleno dengan agenda membentuk Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) sebagai persiapan Pemilu 2019 pada Senin (27/8/2018), tiga minggu sebelumnya.

Target kemenangan nasional lewat Jabar

Bappilu Golkar Jabar ini dibentuk dan dilantik untuk memenuhi target pemenangan Jawa Barat yang notabene merupakan provinsi dengan penduduk terbanyak di Indonesia. “Secara utama, bahwa target pemenangan Bappilu Jabar ini agar memenangkan pemilu legislatif,” ungkap Ketua Umum.

Tidak tanggung-tanggung, Ketua Umum menetapkan target pemenangan Golkar Jabar di Pileg 2019 sebesar 20% dari total kursi atau 24 kursi DPR RI. Airlangga Hartarto mengakui bahwa ada perlakuan khusus yang digenjotn di Jabar. Perlakuan tersebut dengan cara intensif mengaktifkan jaringan termasuk berkonsentrasi di dapil masing-masing. Hal tersebut dirasa wajar mengingat posisi Jabar yang sangat strategis.

Kesiapan Golkar Jabar

bappilu golkar

Dedi Mulyadi (foto: VIVA/Muhamad Solihin)

Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi mengatakan kesiapannya menjalankan titah sang Ketua Umum. Dedi mengatakan tantangannya tak mudah mengingat pemilih Jabar sangat dipengaruhi kondisi politik terkini sebelum mencoblos. Apalagi suasana Pilkada 2018 yang baru saja berlalu mungkin saja akan berlanjut hingga Pemilu 2019. Dirinya juga menyebut kondisi basic teritorialnya memiliki beberapa karakteristikyang spesifik. Seperti tak mempunyai kultur ideologis, tersebar dalam segmen-segmen, yakni kultur urban, kesantrian, hingga sifatnya terbuka. (kabargolkar)

 

selanjutnya: [Bappilu Golkar] Pembentukan Bappilu Jatim dan Jateng Perkuat Pemenangan di Jawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *