KABAR PILEG KABAR PILPRES

[#BappiluGolkar] Pileg 2019 Momentum Bagi Caleg Millenial dan Perempuan

Sebelumnya: [#BappiluGolkar] Lepas Caleg ke daerah, Optimis Menangkan Suara Rakyat


 

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

kabargolkar.com Partai Golkar memberikan kesempatan bagi para caleg berusia muda, atau lebih dikenal dengan sebutan caleg millenial untuk ikut berjuang merebut simpati dan suara rakyat. Hal ini tidak berlebihan, mengingat perkiraan suara generasi millenial yang dapat mencapai 50 persen dari total suara pemilih pada Pemilu 2019.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan perhatian untuk hal ini. “Pemilih millenial adalah segmen yang hampir seluruh Parpol akan bertarung di situ. Ini akan ujian jadi ujian Golkar. Kalau kita bisa masuk ke sana, ini target 18 persen akan tercapai, “ ujarnya.

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono juga turut mendukung caleg muda partai Golkar. Dirinya optimis bahwa kader-kader muda Partai Golkar siap untuk merebut kemenangan. “Percayalah, bila bekerja untuk umat, untuk masyarakat, dilandasi dengan niat baik dan bekerja keras, pasti akan banyak yang membantu, dan akan tercapai,” demikian ucap Agung Laksono (21/10/2018).

Baca: Aburizal Bakrie: Pemilu 2019 Akan Terjadi ‘Political Disruption’

Bahkan, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie memperkirakan akan terjadi ‘political disruption’ di 2019. Menurutnya, perubahan drastis dimana fenomena perubahan politik yang begitu cepat dengan hadirnya teknologi informasi. Dan saat ini, yang ‘melek’ teknologi informasi adalah generasi muda.

Mendorong partisipasi kaum perempuan

Sama halnya dengan generasi millenial, Partai Golkar juga memberikan perhatian serta kesempatan kepada kader perempuan untuk maju sebagai caleg di 2019.

Menurut Airlangga, Partai Golkar melihat suara kaum perempuan sebagai bagian tidak terpisahkan dari upaya mencapai target merebut 110 kursi di Pemilu Legislatif (Pileg) 2019. “Saya juga mengharapkan kader muda dan perempuan untuk bisa ditampilkan. Karena pemilu butuh leader perempuan yang loyal dengan sikap keibuannya,” demikian ungkapnya.

Menurut Sekjen Lodewijk F Paulus, Politisi perempuan bukan sekadar memenuhi formalitas ketentuan Undang-undang, bukan pula untuk menunjukkan afirmasi terhadap perempuan. “Tetapi secara visioner untuk memastikan program-program pembangunan selalu terkawal dengan baik dan sensitif gender,” ujarnya. (24/9).

Partai Golkar, melalui Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) juga serius menarik simpati serta mendorong partisipasi  perempuan dalam politik. Sebanyak 217 orang (37,8%) Caleg DPR RI Perempuan Partai Golkar akan berkonsentrasi dalam Pemilu Legislatif 2019 di seluruh Dapil se-Indonesia.

Baca: Luncurkan ‘Yello Sista’, Golkar Optimis Menjawab Peran Politisi Perempuan

Lebih dari 60% berasal dari kalangan muda, berusia berusia kurang dari 50 tahun, mewakili generasi milenial yang melek politik dan kaya pengalaman organisasi kemasyarakatan. KPPG diinisiasi oleh Lindsey Afsari Puteri, Bendahara Umum PP KPPG, menginisiasi program Yello Sista, untuk menampung minat perempuan millenial berpartisipasi dalam politik.

 

Selanjutnya: [#BappiluGolkar] Membentuk Bappilu Jabar dan Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *