KABAR GOLKAR

Bencana Jadi Momen Mempersatukan Bangsa

bencana

ilustrasi (net)

kabargolkar.com Ada begitu banyak kesedihan dan bencana, serta kegembiraan dan tawa silih berganti menghampiri di tahun 2018. Tahun kegembiraan, karena keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah ajang olahraga bergengsi Asian Games dan Asian Para Games.

Tapi, kesedihan juga kerap menghantam negeri khatulistiwa ini. Sepanjang 2018 rentetan bencana datang dari berbagai arah. Berbagai berita bencana alam mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, dan puting beliung memporak-porandakan segenap pelosok negeri. Belum cukup, musibah jatuhnya pesawat serta tenggelamnya kapal turut menambah kesedihan itu.

Tidak hanya kesedihan, benih kebencian pun kerap ditebar. Terutama menjelang hari pencoblosan April 2019 yang tidak lama lagi.

Bencana jadi momen untuk bersatu

Semua umat manusia bersedih dengan rentetan bencana yang melanda Indonesia. Belum hilang dari ingatan tentang kepedihan gempa bumi dan tsunami di Sulawesi. Akhir pekan lalu, muncul berita tentang bencana tsunami yang menghantam Banten serta Lampung. Jangan salah, derita yang mendera para anak bangsa di daerah tertimpa musibah tersebut adalah derita kita bersama. Kita semua turut merasakan kesedihan, seluruh penduduk wilayah Indonesia adalah korban dari segala bencana yang terjadi di Indonesia tahun ini.

Duka mendalam dan kesedihan ini adalah milik serta tanggung jawab kita bersama, tanpa kecuali. Tidak perlu lagi saling menuding. Mari jadikan momen ini untuk menjalin kebersamaan dan persatuan. Mari tunjukkan kemanusiaan kita untuk membangun peradaban yang jauh dari rasa benci. Lebih baik jika kita membicarakan cara untuk membantu para saudara kita yang sedang terkena musibah, dan pencegahannya agar tidak berulang kembali.

Hindari perdebatan yang muncul di kala negeri ini sedang berduka. Seolah-olah tak ada waktu untuk merenung, terus mengobral ocehan segala kata-kata yang tidak penting.

Bila Indonesia ingin bergerak maju, mari tinggalkan perdebatan yang sangat penuh keberpihakan serta menjatuhkan satu dengan lainnya. Padahal, ketika bencana datang, kita tidak bisa memilih siapa yang selamat dan siapa yang mati terkena hal tersebut.

Indonesia telah terbentuk dengan segala perbedaannya. Namun sejatinya perbedaan itu untuk saling mengisi dan memberi keberagaman yang penuh warna serta keindahan. Mari, jadikan ini sebagai momen untuk menjalin kebersamaan dan persatuan. Ingatlah slogan kita, Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tapi satu. (kabargolkar)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *