KABAR DPD

Beredar Isu Beli Suara Rp 500 Ribu, Bawaslu Diminta Ketat Pengawasan Pemilu

kabargolkar.com

Nurdin Zebua, Ketua Harian DPD Partai Golkar Kota Sibolga (ist/ kabargolkar.com )

kabargolkar.com, SIBOLGA – Menjelang 17 April 2019, suhu politik di Kota Sibolga secara perlahan meningkat. Segelintir rumor telah beredar di tengah – tengah masyarakat terkait jual beli suara yang ditawarkan baik calon legislatif maupun timses masing – masing calon, dengan angka yang cukup fantastis.

Nurdin Zebua selaku Ketua Harian DPD Partai Golkar Kota Sibolga, Selasa (15/1) menyampaikan melihat konstelasi politik sekarang ini khusus di Kota Sibolga, di prediksi akan terjadi money politic yang sangat kental.

“Tidak menjadi rahasia lagi, jika saat hari pencoblosan akan terjadi hal tersebut, para caleg akan memberi uang untuk memilih sosok caleg tersebut,” ungkap Nurdin.

Ditambah lagi kata Nurdin, sekarang berkembang rumor masyarakat ditengah – tengah adanya pemberian kepada masyarakat sistem paket.

“Berdiskusi dengan masyarakat pernyataan itu terucap, apabila mau memilih calon dari partainya secara paket yakni DPRD Kota, kemudian DPRD Provinsi dan DPR RI diberi sebesar Rp 500 ribu, dan ini sudah melanggar aturan pemilu yakni menjanjikan atau mengiming – imingi masyarakat untuk memilih caleg tertentu,” sebut nurdin.

Jika isu tersebut benar dan terjadi, ini harus menjadi perhatian serius Bawaslu kota sibolga.

“Kita yakin bawaslu sudah melakukan antisipasi, melakukan sosialisasi kepada masyarakat tetapi hal ini tidak akan efektif jika tidak dilakukan pengawasan secara ketat, seharusnya bawaslu atau panwascam berkoordinasi dengan aparat di kelurahan baik babinsa maupun babinkamtibmas bagian dari Gakumdu terlibat, sehingga meminimalisir politik uang kepada masyarakat,” terangnya.

Sementara Darwis Sibarani Komisioner Bawaslu Kota Sibolga divisi Penindakan mengaku terkejut mendengar rumor paket tersebut, dirinya berjanji akan mengerahkan petugas lapangan d kelurahan untuk lebih aktif mengawasi proses Pemilu.

“Informasi ini menjadi perhatian serius Bawaslu, bukan kami tidak bekerja mengawasi proses Pemilu, pencegahan telah kami sosialisasikan, di setiap pertemuan kami tetap mengajak masyarakat menjaga bersihnya pemilu tanpa money politic,” kata darwis

Ia juga meminta kesadaran masyarakat jika mendapati atau menemukan ada calon atau timses yang melakukan pencederaan pemilu dengan money politik untuk menginformasikan kepada Bawaslu.

“Sekarang kesadaran masyarakat, jika ingin pemilu yang bersih, laporkan jika ada kecurangan, kami tidak akan mampu mengcover semuanya tanpa ada laporan atau aduan dari masyarakat,” pungkasnya. (kontributor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *