KABAR NASIONAL Kabar Parlemen

Bowo Sidik Soroti Bisnis Merpati Airlines

Anggota Komisi VI DPR RI, Bowo Sidik Pangarso menyoroti persoalan Merpati Airlines yang ingin membuka kembali bisnisnya. [kabar3.com]

Kabargolkar.com, JAKARTA – Beberapa bisnis maskapai penerbangan tengah disoal pemerintah pasca jatuhnya Lion Air JT-610 beberapa waktu lalu. Kini giliran PT Merpati Nusantara Airlines yang sedang menjadi buah bibir, khususnya anggota DPR RI.

Pasalnya, PT Merpati Nusantara Airlines belum mengantongi restu utuk membangun kembali bisnisnya dengan investor baru, yakni PT. Intra Asia Corpora. Hal tersebut diungkapkan anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso.

Bowo menuturkan, Merpati, Intra Asia, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negera (BUMN) perlu membangun komunikasi terkait rencana tersebut dengan Komisi VI DPR RI. Mengingat suntikan modal dari investor akan membuat kepemilikan saham pada maskapai plat merah itu berubah.

Seperti dilansir portal berita CNN Indonesia, adapun saat ini pengelolaan perusahaan berada di bawah kendali PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA) Persero, yakni BUMN yang bertugas merestrukturisasi sejumlah BUMN yang tengah merugi.

“Karena ada pelepasan aset, di mana pada waktu suntikan modal tentu saham berkurang. Toh, dulu mereka dapat Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah atas sepengetahuan kami juga di DPR,” ujar Bowo, Rabu (14/11).

Bowo beserta anggota DPR RI lainnya menyambut baik rencana pengoperasian Merpati. Pasalnya, kondisi maskapai tersebut bak mati segan hidup pun tak mau akibat utang yang menggunung. Untuk itu, ketika ada pihak yang ingin menyuntikkan dana segar dan menerbangkan Merpati lagi, maka hal ini dianggap sebagai titik cerah dari masa depan maskapai pelat merah itu.

“Merpati ini sudah tidur lama dengan utang sekitar Rp10 triliun, jadi kalau ada yang tiba-tiba mau suntik walau hanya Rp6,4 triliun, itu hal yang baik, meski dulu kami sempat suntik PMN sekitar Rp6 triliun, tapi tidak mampu dongkrak Merpati,” tutur Bowo.

Lebih lanjut, Bowo menilai kehadiran investor setidaknya tetap harus disambut positif karena sekalipun pengoperasian tak bisa mendatangkan keuntungan yang cepat. Setidaknya, menurut dia, ini menjadi angin segar bagi sejumlah BUMN yang turut menjadi kreditur Merpati.

“Jadi kalau nanti belum bisa untung, setidaknya utang Merpati ke beberapa BUMN itu bisa terbayar, jadi tidak terus menyusahkan BUMN lain. Kalau nanti untung ya itu bonus, jadi pemerintah punya dua maskapai lagi,” pungkasnya. [cnnindonesia]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *