KABAR PILEG

Caleg DPR Ini Ingatkan Warga Soal Caleg Hantu

Erwin Ricardo Silalahi (tengah memakai baju kuning) berada di antara konstituen di wilayah Jakarta Timur untuk menjemput aspirasi warga

kabargolkar.com, JAKARTA – Sepanjang akhir pekan lalu, Erwin Ricardo Silalahi, Caleg DPR RI Partai Golkar Nomor Urut 2 Dapil Jakarta-1 (Jakarta Timur), melakukan roadshow berkelililing wilayah Jakarta Timur untuk menjemput aspirasi warga masyarakat. Beberapa titik pertemuan yang didatangi Erwin Ricardo Silalahi, antara lain di Rusun Pulogebang-Kecamatan Cakung, Cililitan-Kecamatan Jatinegara, Kelapa Dua Wetan-Kecamatan Ciracas, dan Kampung Makasar-Kecamatan Makasar.

Dalam kesempatan berdialog dengan warga masyarakat Jakarta Timur di setiap pertemuan, Erwin Ricardo Silalahi menegaskan, pemerintahan Jokowi adalah pemerintahan yang bersih dan pro rakyat, sehingga Partai Golkar sangat berkepentingan untuk memperjuangkan kepemimpinan Jokowi untuk periode 2019-2024.

“Bagi Partai Golkar, memenangkan Jokowi-Ma’ruf adalah pertaruhan ideologis untuk melanjutkan kesinambungan pembangunan nasional, selaras dengan karakter ideologis Partai Golkar yang mengutamakan karya-kekaryaan. Kita semua warga masyarakat Jakarta Timur harus berjuang sekuat tenaga untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf,” tegas Erwin Ricardo Silalahi, melalui siaran pers, di Jakarta.

Wakil Ketua Umum Depinas SOKSI ini menuturkan, selain perjuangan memenangkan Pilpres, Partai Golkar juga berjuang untuk menjadi pemenang pada Pemilu Legislatif 2019, agar menjadi kekuatan penopang pemerintahan lima tahun ke depan di DPR RI. Hal ini dimaksudkan agar tercipta stabilitas pemerintahan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.

Oleh karena itu, lanjut Erwin Ricardo Silalahi, masyarakat Jakarta Timur harus memahami dengan benar mengapa harus memilih wakilnya untuk duduk di lembaga legislatif, sehingga dia tidak asal memilih wakil-wakilnya yang akan duduk di DPR RI. “Sebab anggota legislatif itulah yang akan menjalankan tiga fungsi legislatif untuk kepentingan kesejahteraan rakyat yakni fungsi legislasi atau penyusunan perundangan-undangan, fungsi anggaran atau budgeting, dan pengawasan atau kontrol,” tegas Erwin Ricardo, yang yang juga Plt. Ketua SOKSI DKI Jakarta.

Penerima penghargaan “21 Tokoh Kristiani 2018” pilihan Majalah Narwastu ini menjelaskan, seorang wakil rakyat dari Dapil Jakarta Timur harus benar-benar memahami secara mendalam denyut kebutuhan masyarakat Jakarta Timur. “Bahkan harus mampu merasakan suasana batin masyarakat Jakarta Timur, yang menghendaki tampilnya wakil mereka di DPR RI, untuk memperjuangkan dengan sungguh-sungguh aspirasi mereka,” ujar Erwin Ricardo Silalahi yang telah menetap atau berdomisili di Jakarta Timur selama 36 tahun, semenjak tahun 1983 silam.

Dari perspektif ideologis keorganisasian, lanjut Erwin Ricardo Silalahi, seorang Caleg harus benar-benar memahami platform ideologis dari partai politik yang mencalonkannya. Ditegaskan, siapa saja berhak maju menjadi Caleg sesuai hak konstitusionalnya sebagai warga negara, apakah yang bersangkutan adalah seorang politisi, artis, wartawan, pengusaha, atau profesi lainnya. Tetapi, Caleg tersebut harus berproses sejak awal dalam mekanisme perkaderan partai yang mencalonkannya.

“Caleg itu tidak boleh ujug-ujug muncul hanya dengan bermodalkan popularitas semu dan politik uang. Tipe caleg seperti ini jika terpilih, dapat dipastikan dia hanya mengurusi kepentingan dirinya sendiri dan bersikap masa bodoh terhadap rakyat yang telah memilihnya. Tipe caleg seperti ini tidak mampu meresapi realitas penderitaan rakyat, karena dia sendiri tidak pernah tumbuh dalam perkaderan politik, yang merupakan kawah candradimuka bagi calon-calon pemimpin bangsa,” papar Erwin Ricardo Silalahi, yang pernah menjadi Anggota Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPP KNPI periode 1993-1996.

Menurut Erwin Ricardo Silalahi, caleg yang bermodalkan popularitas semu dan politik uang, tidak akan memahami dan menghayati, apalagi mengamalkan garis perjuangan dan ideologi politik dari partai politik yang mencalonkannya.

“Saya mengimbau masyarakat Jakarta Timur untuk terus-menerus meningkatkan kesadaran politiknya, agar tidak gampang tertipu oleh kamuflase politik yang dimainkan oleh oknum-oknum politikus aji mumpung dan karbitan,” imbau Erwin Ricardo Silalahi yang adalah Ketua DPP AMPI Periode 2003-2008 hasil Munas Pandaan-Jawa Timur.

Dalam hal kesadaran politik masyarakat pemilih, Erwin Ricardo Silalahi telah menyelenggarakan dua kali kegiatan pendidikan politik bagi warga Jakarta Timur, yakni pada bulan Desember 2018 dan Januari 2019. Dalam dua kegiatan tersebut, dua tokoh senior Partai Golkar hadir pada kesempatan berbeda, yakni Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar Agung Laksono, dan Ketua Umum Partai Golkar periode 1998-2004, Akbar Tandjung, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar.

Agung Laksono yang hadir sebagai keynote speaker pada acara pendidikan politik tanggal 22 Desember 2018, maupun Akbar Tandjung yang hadir sebagai keynote speaker pada tanggal 12 Januari 2019, sama-sama mengajak warga masyarakat Jakarta Timur untuk menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan bermartabat. Kedua tokoh senior yang pernah menjabat posisi Ketua DPR RI itu mengingatkan masyarakat untuk memilih Caleg yang sungguh memahami ideologi partai, tuntas dalam hal spirit dan tindakan kebangsaannya, serta telah terbentuk karakter ketokohannya sebagai politisi yang inklusif yang mampu mengayomi semua konstiuen pemilih dari berbagai latar belakang suku, agama, ras, antar-golongan.

Dalam kegiatan pendidik politik itu, hadir pula narasumber lainnya yakni Viktus Murin, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar yang juga Sekretaris Badan Kajian Strategis dan Intelijen (Bakastratel) DPP Partai Golkar. Pada masa kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto ini, Ketua Bakastratel dipercayakan kepada Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko.

Jangan Pilih ‘Caleg Hantu’
Dalam kesempatan berdialog dengan masyarakat Jakarta Timur di setiap titik pertemuan, Erwin Ricardo juga mengingatkan sekaligus mengajak warga Jakarta Timur untuk tidak memilih Caleg bertipe hantu.

“Ibaratnya, hantu bisa melihat kita, tetapi kita sulit atau bahkan tidak bisa melihat hantu. Jadi, Caleg bertipe hantu itu adalah wakil rakyat yang selama masa jabatan lima tahun sebagai legislator, tidak bisa ditemui oleh konstituen pemilihnya. Yang bersangkutan akan muncul secara tiba-tiba atau sekonyong-konyong, pada momen menjelang pemilu berikutnya,” tegas Erwin Ricardo Silalahi, peraih predikat Peserta Terbaik Kader Fungsional (Karsinal) Pemuda DPP Golkar tahun 1996.

Erwin Ricardo Silalahi yang sudah menjadi kader Golkar semenjak tahun 1987 ini mensinyalir, caleg bertipe hantu ini, lazimnya datang hanya untuk mencari simpati dan merayu para calon pemilih dengan bergaya sinterklas.

“Oknum-oknum caleg bertipe hantu ini biasanya datang dengan membawa-bawa sembako, dan melakukan modus politik uang melalui serangan fajar,” ungkap Erwin Ricardo Silalahi, Caleg DPR RI Partai Golkar Nomor Urut 2 Dapil Jakarta Timur, yang pada kertas suara Pemilu 2019 tercantum dengan nama “Erwin Ricardo, SE”. (indonews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *