KABAR PILEG

Caleg Golkar Erna Rasyid: Prosesnya Benar Maka Kebijakannya Benar

Caleg DPR dari Partai Golkar dapil Sulsel II Erna Rasyid (sulselekspres)

kabargolkar.com, PAREPARE – Menyandang predikat sebagai ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare bukanlah tanggung jawab yang enteng. Itu pula yang dirasakan oleh Hj Erna Rasyid Taufan saat ini. Istri Walikota Parepare tersebut mengakui hal itu saat berbincang dengan pewarta media ini di rumah jabatan walikota Parepare, Jum’at sore, 30 November 2018. Saat ini Hj Erna Rasyid telah mengemban amanah yang dipercaya dari berbagai organisasi.

Itu setelah mendampingi Walikota Parepare HM Taufan Pawe sejak dilantik pada periode pertama menjabat sebagai walikota tahun 2013 lalu. “Kita telah menjadi milik masyarakat Parepare, sehingga saya harus banyak belajar karena banyaknya kegiatan yang harus saya isi,” tuturnya. Selain sebagai Ketua TP PKK Parepare, Hj Erna juga menahkodai berbagai organisasi khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan wanita dan anak-anak serta pembinaan agama dan umat.

Sebut saja organisasi seperti Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (LAZISMU), Forum Kajian Cinta Al-Qur’an (FKCA), Majelis Anak Soleh (MAS) adalah segelintir organisasi yang dipimpinnya. Bahkan Erna Rasyid juga digadang-gadang memimpin organisasi Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Kota Parepare.

Saat ini dirinya juga dipercaya untuk mengemban amanah rakyat sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk pemilihan legislatif 2019 mendatang. Meski diakui politik bukan jalur yang dicita-citakan, namun ia rela menjalani takdirnya sebagai orang yang diamanahkan. “Mengalir begitu saja, tidak pernah ada cita-cita, karena kegiatan saya saat ini sudah cukup. Namun ada perubahan situasi kondisi dan saya harus berusaha,” katanya.

Maju bersama partai besutan Airlangga Hartarto, dengan nomor urut 3 tak lantas membuatnya jumawa meraih target kursi ke senayan. Apa lagi pesaingnya adalah caleg yang sudah memiliki nama dan ketenaran. Namun baginya yang terpenting adalah memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Ia melihat kecenderungan masyarakat dalam pemilu hanya menilai segala sesuatunya dengan uang.

Sehingga menghalalkan segala cara agar dapat berkuasa. “Kita ingin memberikan pelajaran kepada masyarakat untuk menjauhi politik seperti itu. Agar supaya negara Indonesia kita tidak seperti ini terus, perwakilan kita di senayan juga bekerja dengan baik,” katanya. Menurut dia menjadi wakil rakyat adalah amanah yang sangat besar, apalagi mewakili masyarakat di DPR RI. Namun ia akan tetap berupaya karena saat ini sudah terlanjur berada di kancah politik harus dijalankan apapun hasilnya. Kemenangan bukanlah segalanya.

Intinya apapun yang terjadi itulah yang terbaik. Karena saya berjuang ini untuk memperbaiki prosesnya dulu. Kalau prosesnya saja salah, bagaimana dengan hasilnya nanti,” jelas ibu mantan presenter berita ini. Wanita yang aktif berdakwah ini lebih jauh menjelaskan, perjuangan melalui politik juga pernah dilalui Rasulullah. Meskipun tantangannya berbeda. Hal itu menjadi cermin semangat dirinya terjun didunia politik. Berperang tapi tidak secara fisik. Mirip perjuangan Rasulullah.

Memberikan motivasi spiritual. Bahwa anggapan sebagian orang yang mengaku ‘Politik Susah Kalau Tidak Mengikuti Irama’ juga ditepisnya. “Karena Allah memberikan kekuasan kepada mereka yang dikehendaki,” katanya mengutip ayat Alquran. “Mudah-mudahan niatnya kita tidak meleset baik dalam proses maupun bila diberikan amanah,” sambungnya. Maju ke DPR RI, Ibu dari tiga orang anak ini berjuang meraih simpati rakyat di dapil II meliputi Kota Parepare, Kabupaten Barru, Pangkep, Maros, Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai dan Bulukumba.

Hj Erna mengakui, sudah bersilaturahmi langsung kepada masyarakat. Bahkan diakuinya, bukan perjalanan yang mudah bertemu dengan warga. Satu titik ke titik lainnya harus ditempuh dengan perjalanan 1 atau 2 jam dalam satu kabupaten. Dalam sosialisasi itu, ia melihat hampir semua masyarakat sama pandangannya terkait politik. Hingga dirinya tak berhenti mengajak masyarakat untuk berpolitik tanpa uang. (parepos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *