KABAR DPD KABAR GOLKAR KABAR NASIONAL

Caleg Golkar Harus Patungan Bayar Saksi di 3.208 TPS

Kabar Golkar – Jelang pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan legislatif (pileg), 49 calon legislatif (caleg) dari Partai Golkar Kota Bogor patungan untuk membayar saksi di 3.208 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal itu lantaran pemerintah tidak membiayai pembayaran untuk saksi.

“Setiap partai politik (parpol) harus menyiapkan saksi yang bertugas mengawasi suara pada pemilu 2019. Sehingga penting untuk merencanakan bagaimana pengadaan saksi, termasuk dana yang nanti akan dikeluarkan bagi saksi parpol,” ujar Ketua DPD Golkar Kota Bogor Tauhid J Tagor kepada Metropolitan. Ketika pemerintah tidak menggelontorkan dana saksi di pemilu 2019, tutur Tagor, setiap parpol harus mencarikan solusinya.

Mengatasi masalah tersebut, Partai Golkar berencana membebankan dana saksi tersebut kepada caleg yang maju di pileg Kota Bogor. ”Kalau pemerintah tidak membiayai dana saksi, caleg Partai Golkar Kota Bogor bakal patungan,” ujarnya. Ketika ditanya berapa nominal anggaran yang dikeluarkan caleg, Tagor mengaku belum memutuskan besaran iuran para caleg untuk membayar saksi.

Menurutnya, setelah menggelar rapat internal partai, termasuk membahas rekrutmen saksi di pemilu 2019, baru bisa diketahui nominalnya. Terlebih di pemilu 2019, total TPS di Kota Bogor ada 3.208. Otomatis dana saksi meningkat dari pilkada kemarin. ”Kemungkinan besaran dana saksi bakal disesuaikan dengan jumlah TPS yang ada di masing-masing dapil.

Jika di satu dapil tersebut jumlah TPS-nya banyak, dana saksi yang dikeluarkan caleg pun bisa lebih besar,” katanya. Jika caleg Partai Golkar Kota Bogor akan iuran, ternyata beda dengan PAN Kota Bogor. Dana saksinya bakal ditanggung partai. Ketua DPD PAN Kota Bogor Safrudin Bima mengaku untuk dana saksi tidak dibebankan ke caleg, tetapi ditanggung partai.

”Kita masih membahas biaya saksi, satu orangnya berapa. Yang pasti dari 3.208 TPS di pemilu 2019 Kota Bogor bakal menempatkan satu saksi,” bebernya. Pria yang akrab disapa SB ini menambahkan, PAN tidak mau lagi kecolongan dalam proses pelaksanaan dan pengawasan suara hasil pemilihan umum. Sehingga beberada saksi sangat penting untuk mengawasi jalannya pemungutan suara di TPS.

Seluruh saksi nantinya mendapat pelatihan dari pengurus partai. Diharapkan mereka mampu bekerja semaksimal mungkin untuk mengawasi serta mengawal perolehan suara di TPS. “Saksi-saksi yang disiapkan partai merupakan kader berpengalaman yang sudah pernah menjalankan peran serupa di pesta demokrasi sebelum-sebelumnya, sehingga tidak diragukan kualitasnya,” ungkapnya. source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *