KABAR DPD KABAR PILEG

Caleg Ini Maju Karena Ketimpangan Sosial di Pasuruan

Mochammad Iskandar Zulkarnain, salah satu Caleg Partai Golkar Pasuruan yang tengah getol untuk menyuarakan pembangunan di Pasuruan Timur melihat Pemda setempat selama ini menganak-tirikan Pasuruan Wilayah Timur karena selama enam tahun ini tidak ada pembangunan sama sekali di sejumlah kecamatan di Pasuruan Timur. [foto: istimewa]

kabargolkar.com, PASURUAN – Isu ketimpangan sosial terjadi di Pasuruan Wilayah Timur dan Wilayah Barat yang kini semakin mencuat seiring dibangunnya ruas tol di Pasuruan Timur. Hal ini ditengarai pembangunan yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) lebih condong ke Wilayah Pasuruan Barat seperti Kota Bangil, Pandaan, dan kota kawasan industri sekitarnya.

Mochammad Iskandar Zulkarnain, salah satu Caleg Partai Golkar Pasuruan yang tengah getol untuk menyuarakan pembangunan di Pasuruan Timur melihat Pemda setempat selama ini menganak-tirikan Pasuruan Wilayah Timur karena selama enam tahun ini tidak ada pembangunan sama sekali di sejumlah kecamatan di Pasuruan Timur.

“Pemda  terkesan menganak-tirikan beberapa kecamatan seperti di Lumbang, Winongan, Gondangwetan, Pasrepan, dan Kejayan. Selama enam tahun Pemda tidak melakukan tugasnya untuk membangun dan mengembangkan potensi alam di sejumlah daerah tersebut,” ujar mantan aktivis tersebut.

Zulkarnain pun membeberkan fakta terkait sifat abai Pemda ditengarai beberapa tokoh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan DPRD Pasuruan merupakan orang-orang yang berasal dari Pasuruan Barat. Maka, hal inipun menjadi alasan kuat mengapa Pasuruan Barat seperti kota Bangil, Kota Pandaan, dan sekitarnya mendapat perhatian lebih untuk dibangun Pemerintah. Selain itu, menurut Zulkarnain wilayah Bangil, Pandaan, dan sekitarnya merupakan kota industri, jadi sangat jelas wilayah tersebut sangat diperhatikan oleh Pemda Pasuruan.

“Sudah saatnya hari ini harus ada tokoh dari Pasuruan Timur yang menduduki Parlemen, saya maju sebagai Caleg bukan merupakan keinginan pribadi saya, melainkan ini menjadi panggilan hati karena melihat mirisnya Pemda Pasuruan membangun Pasuruan Timur. Angka begal di sejumlah wilayah tersebut sangat tinggi, bahkan ada sebuah wilayah yang terkenal dengan sebutan kampung begal, karena memang di kampung tersebut merupakan pemasok begal terbesar. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan karena kelalaian Pemda, sehingga menimbulkan kejahatan di masyarakat,” tegas Caleg nomor urut 8 Dapil IV Kabupaten Pasuruan tersebut.

Zulkarnain memaparkan, hingga kini Pemda absen dalam melakukan pembangunan secara fisik dan pembangunan secara Sumber Daya Manusia (SDM). Zulkarnain merasa Pemerintah Pasuruan pun tidak melakukan pemberdayaan masyarakat dan upaya untuk menurunkan angka pengangguran di Pasuruan Timur. Karena pengangguran tersebut yang memaksa generasi millenial menjadi pelaku begal.

“Saya katakan kepada mereka, ketertinggalan wilayahnya bukan merupakan takdir, ini murni politik. Sebagai anak muda dari Pasuruan Timur, saya memiliki beban moral. Disparitas antara wilayah timur dan barat bagaikan langit dan bumi, karena selama ini belum ada kebijakan khusus untuk pembangunan di Pasuruan Timur,” beber Zulkarnain.

Ditambahkannya, perlu adanya Perda inisiatif untuk Pasuruan Wilayah Timur. Di mana sangat diperlukan kebijakan khusus untuk mengembangkan Pasuruan Timur dan kawasan tertinggal lainnya untuk menyiapkan pembangunan di Pasuruan Timur tersebut. Kebijakan maupun Perda khusus itu pun bukan hanya untuk fisik semata, melainkan juga pengembangan SDM-nya juga.

“Karena dalam waktu dekat Pasuruan Timur akan dibangun menjadi kawasan Industri, maka harus ada kebijakaan khusus untuk menyiapkannya. Agar setelah kawasan industri dibangun, pengelolaannya tidak salah kaprah. Misalnya, pengelolaan untuk kota-kota industri tertata dengan rapi dan putra daerah dari Pasuruan Timur di prioritaskan untuk menjadi pekerja di kawasan industri tersebut,” pungkasnya. [tim liputan]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *