OPINI

Cara Negara Memperingati Hari Pangan Sedunia Dengan Meningkatkan SDM Petani

Ilustrasi

Oleh: Tonny Saritua Purba

Kabargolkar.com – Tanggal 16 Oktober setiap tahun, selalu diperingati Hari Pangan Sedunia (HPS), peringatan HPS tahun ini diharapkan dapat menjadi momentum strategis buat pemerintah untuk membangun sumber daya manusia para petani yang ada, mempertahankan luas lahan pertanian, jika perlu pemerintah mencetak sawah baru, optimalisasi lahan rawa, membuka lahan rawa menjadi sawah, termasuk hasil komoditi pertanian di dalam negeri bisa diperkenalkan kepada dunia dan yang utama adalah negara kita bisa kembali swasembada.

Pembangunan sektor pertanian yang sangat krusial adalah membangun sumber daya manusia petani, keterampilan petani dan aspek lainnya seperti melestarikan sumber air, membangun saluran irigasi, waduk, sarana prasarana pertanian, saprodi dan budaya bertani.

Ketika bicara soal pembangunan pertanian, maka salah satu unsur penting yang harus menjadi perhatian pemerintah adalah bagaimana sumber daya manusia para petani dan keterampilan para petani bisa dibangun dan ditingkatkan yang arahnya tentu untuk kesejahteraan para petani.
Nasib petani Indonesia jika diukur dengan kesejahteraan secara ekonomi belumlah menggembirakan. Masih terdapat banyak persoalan yang melilit para petani. Bukan hanya dalam kaitan dengan kapasitas dalam berproduksi, namun juga dalam aspek non teknis, termasuk menyangkut politik pertanian dalam hal kebijakan pemerintah. Petani merasa bahwa pemerintah belum sepenuhnya mendukung mereka dalam banyak hal.

Pemerintah perlu membuat sebuah kebijakan jangka panjang yang bertujuan untuk kepentingan para petani termasuk kepentingan 260 juta di dalamnya seperti mendata luas lahan sawah secara faktual, jika luas lahan sawah belum mampu menghasilkan beras untuk kebutuhan seluruh rakyat Indonesia maka pemerintah perlu mengoptimalisasi lahan rawa dan atau mencetak sawah baru dari potensi lahan rawa yang ada seluas 34 juta hektare.

Peringatan Hari Pangan Sedunia tahun 2019 sebuah semangat baru bagi pemerintah bahwa peran pemerintah sangat diharapkan agar politik pertanian mementingkan kepentingan kesejahteraan petani dan seluruh rakyat Indonesia. Bicara pertanian tentu tidak bisa lepas dari dua hal, yaitu bicara lahan dan pelaku tani, sehingga kebijakan pertanian harus mencakup luas lahan pertanian dan sumber daya manusia para pelaku taninya.


Tonny Saritua Purba; 
Alumni IPB, Penyuluh Swadaya Petani Padi Indonesia, Inisiator Komunitas Petani Padi Indonesia, dan Fungsionaris Partai Golkar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *