KABAR NASIONAL

Ceu Popong Berpesan Agar Peristiwa G30S/PKI Harus Terus Diketahui

ANGGOTA Komisi X DPR RI Popong Otje Djundjunan memaparkan materinya, pada Dialog kebangsaan dengan tema Membangun Karakter Bangsa untuk Mewujudkan Revolusi Mental di Indonesia, di Universitas Sangga Buana YPKP, Jalan PHH Mustopha, Kota Bandung, Jumat (11/11/2016). (Photo/ADE BAYU INDRA/PR)

Kabargolkar.com, Jakarta – Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia atau G 30 S/PKI adalah sejarah kelam bangsa Indonesia. Peristiwa aksi penculikan disertai pembunuhan 6 Jenderal TNI AD ditambah 1 perwira menengah TNI terjadi. Selanjutnya, PKI dibubarkan dan ditetapkan sebagai organisasi terlarang dan munculnya era orde baru.

Banyak sekali penelitian, berbagai kajian sejarah dan penerbitan buku-buku, jurnal-jurnal serta cerita-cerita yang berusaha mengungkap kebenaran peristiwa dalam sejarah kelam bangsa tersebut yang hingga kini masih diselubungi misteri besar terutama soal kudeta.

Tema G 30 S/PKI adalah tema cerita yang tidak akan pernah berhenti dikisahkan karena pasti akan bertemu dengan berbagai versi yang berbeda.

Salah satunya munculnya buku berjudul ‘September’ , mengambil tema sentral seputar G 30 S/PKI hasil karya Noorca M. Massardi. Buku ini menjadi obyek pembahasan dalam acara diskusi bertajuk ‘Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat’, di Ruang Presentasi Perpustakaan MPR RI, Gedung Nusantara V, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Acara dihadiri anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar Popong Otje Djundjunan (Ceu Popong), Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono, Kepala Biro Humas Setjen MPR RI Siti Fauziah serta ratusan orang peserta diskusi.

Dalam kesempatan tersebut Noorca menjelaskan bahwa buku tersebut ingin menggambarkan peristiwa G 30 S/PKI dengan cara di luar pakem, bukan buku sejarah tapi diramu dalam dunia fiksi. Nama-nama karakter-karakter di dalamnya merupakan anagram tokoh-tokoh asli yang terlibat dalam peristiwa 65 tersebut. Namun dikatakan Noorca penulisan buku tersebut melalui proses penelitian, dan kajian yang sangat lama dan panjang.

Ceu Popong dalam kesempatan tersebut melihat bahwa sejarah negeri ini termasuk peristiwa kelam G 30 S/PKI harus terus diketahui, dibaca oleh masyarakat Indonesia terutama generasi muda, namun dengan penelitian yang benar dengan bahasa yang tepat dan mampu dipahami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *