KABAR KADER KABAR PILEG

Dapat Suara Tertinggi Dapil 2 di Golkar, Asia Sidot: Karena Mukjizat Tuhan

kabargolkar.com, PONTIANAK – Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara di tingkat Provinsi Kalimantan Barat dalam Pemilu 2019 telah rampung dilaksanakan, Sabtu (11/5).

Proses rekapitulasi yang dilaksanakan sejak 7 Mei 2019 di hotel Mercure Pontianak, rampung seluruhnya pukul 15.20 WIB.

Katua KPU Kalbar Ramdan yang ditemui Tribun bersyukur seluruh tahapan proses rekapitulasi dapat selesai seluruhnya.

“Alhamdulillah, bersyukur, selama pelaksanaan Rakor ini dapat sukses, satu persatu dari masing-masing KPU kabupaten/kota sudah menyampaikan hasil rekapitulasi di tingkat KPU kabupaten/kota masing-masing. Sudah pula ditetapkan rekapitulasi di tingkat provinsi,” kata Ramdan.

Ia menambahkan, “Kami juga mengucapkan TNI/Polri kemudian pemerintah daerah yang begitu antusias, selama proses rekapitulasi di Mercure ini terkait dengan keamanan. Kami juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat Kalbar yang sudah mensukseskan Pemilu 2019 ini, sehingga sampai hari ini alhamdulillah Kalbar dalam kondisi aman, kondusif, pesta demokrasi sudah kita laksanakan. Berkaitan dengan hasil kita tunggu sama-sama, setelah penetapan dan pengumuman di KPU RI,” paparnya.

Ia mengungkapkan, pada Pemilu kali ini, partisipasi masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya mencapai 79 persen lebih di atas target nasional yakni 75 persen.

“Untuk Pilpres partisipasi pemilih itu sampai 79 persen lebih, dan untuk yang lain juga, DPRD kota 79 persen, DPD juga 79 persen. Alhamdulillah kalau dari target nasional itu menetapkan 77,5 persen dan kita sudah bisa mencapai 79 persen,” kata mantan Komisioner KPU Singkawang tersebut.

Berjalan lancar

Dikatakan, selama pelaksanaan pemilu serta proses rekapitulasi sendiri, ia mengungkapkan semua berjalan dengan baik, walaupun memang ada kendala-kendala.

Namun, hal tersebut tidak sampai mengganggu jalannya proses pemilu dan rekapitulasi yang ada.

Ramdan mengatakan, bahwa setelah ini, pihaknya akan mengikuti tahapan rekapitulasi di tingkat nasional.

“Tahapan berikutnya, kami segara melaporkan kepada KPU RI dan kemudian akan mengikuti rekapitulasi nasional di KPU RI. Kami akan mengikuti jadwal sesuai KPU RI bersama provinsi-provinsi lain di Indonesia. Nanti kita lihat jadwal yang ditetapkan KPU RI, kapan Provinsi Kalbar menyampaikan rekap di tingkat nasional,” ujar Ramdan.

Ia mengungkapkan hasil rekapitulasi di tingkat provinsi dapat dilihat pada 13 Mei 2019 di situs KPU Kalbar dan papan pengumuman di KPU Kalbar.

“Silakan warga bisa mengakses di website KPU Kalbar dan papan pengumuman di KPU Kalbar,” pungkasnya.

Jokowi unggul

Sementara itu dalam pleno terbuka tersebut untuk Pilpres, pasangan 01 Jokowi-Ma’aruf Amin unggul dari pasangan 02 Prabowo-Sandi. Selisihnya mencapai hampir 500 ribu suara.

Paslon 01 Jokowi-KH Ma’ruf Amin meraih 1.709.896 suara, sedangkan Paslon 02 Prabowo-Sandi meraih 1.263.757 suara. Adapun suara sah sebanyak 2.973.653 dan suara tidak sah mencapau 56.256 suara.

Sementara itu untuk DPD RI, dari empat jatah kursi untuk Kalbar hanya petahana Maria Goreti yang kembali melenggang ke Senayan.

Keempat senator yang akan mewakili Kalbar di Senayan karena mempunyai suara tertinggi ini pun agaknya mewakili multi etnis Kalbar.

Berdasarkan suara terbanyak anggota DPD RI Dapil Kalbar adalah Cristiandy Sanjaya 406.304 suara, Erlinawati 259.058 suara, Maria Goreti 287.341 suara, dan Sukiryanto 220.937 suara.

Diisi sejumlah wajah baru dari Dapil Kalbar 1

Untuk kursi DPR RI dari Dapil Kalbar 1 banyak diisi sejumlah wajah baru. Dari delapan kursi yang diperebutkan, hanya tiga petahana yang bertahan, yakni Daniel Johan, Maman Abdurrahman, dan Sy Abdullah Alqadrie yang meraih suara tertinggi di parpolnya.

Sementara itu, nama-nama seperti Katheria A Oendoen, Erma S Ranik, Erwin Tpl Tobing, Michael Jeno dan Firmansyah Mardanoes harus digantikan oleh nama-nama baru.

Mereka yang terpilih dari Dapil Kalbar 1 adalah Daniel Johan dari yang meriah 56.335 suara. Ia mengalahkan suara rival terdekatnya Riefian Fajarsyah yang meraih 38.259 suara. Suara PKB pada Pileg kali ini sebanyak 151.858 dan berhak 1 kursi.

Partai Gerindra kali ini mengantarkan kadernya Ir H Yusid Toyib MEng SC ke Senayan. Ia meraih 36.030 suara menang tipis atas petahana Katherina A Oendoen yang meraih 35.242 suara. Jumlah suara Gerindra sebanyak 186.574 suara.

Selanjutnya PDI Perjuangan yang meraih 504.466 suara mendapatkan 2 kursi, atas nama Cornelis dan Alexius Akim. Mantan Gubernur Kalbar dua periode Drs Cornelis MH meraih suara tertinggi di PDI Perjuangan bahkan di Kalbar yakni 285.797 suara dan peraih kursi pertama.

Setelah dilakukan pembagian 3, Dr Alexius Akim MM berhak mendapatkan kursi kedua karena meraih suara tertinggi kedua setelah Cornelis yakni 38.750 mengalahkan Michael Jeno yang meraih 36.243 suara.

Sementara itu Golkar meraih 191.127 suara dan mengantarkan petahana Maman Abdurahman dengan 108.520 suara ke Senayan.

Partai NasDem meraih 148.103 suara, kembali mengantarkan petahana Sy Abdullah Alqadrie yang meraih 75.188 suara ke Senayan.

PKS yang Pileg sebelumnya tak berhasil mengantarkan wakilnya ke Senayan, kali ini berhasil meraih 147.968 suara. Adalah H Alifudin SE MM meraih suara tertinggi di internal PKS dengan meraup 45.516 suara unggul jauh dari caleg PKS lainnya.

PAN juga berhasil mendapatkan satu suara dan mengantarkan Boyman Harun SH ke Senayan.

Mantan Wakil Bupati Ketapang ii unggul tipis 35.910 dari pesaing terdekatnya di dalam satu partai Noval Nofiendra SH yang meraih 31.957 suara.

PAN sendiri meraih 128.280 suara.

Dapil Kalbar 2

Untuk Dapil Kalbar 2, perolehan suara masih didominasi PDI Perjuangan.

Dari empat kursi yang diperebutkan, 2 di antaranya milik PDI Perjuangan kemudian disusul NasDem dan Golkar.

Ada pula dua suara kaum perempuan terwakili di Dapil Kalbar 2.

PDI Perjuangan meraih 282.330 suara dan berhak atas 2 kursi.

Lasarus SSos MSi meraih suara tertinggi yakni 203.576 suara, berhak mendapat satu kursi dan disusul rekannya Krisantus Kurniawan SIP MSi yang meraup 27.091.

PDI Perjuangan mendapatkan dua kursi setelah dilakukan penghitungan Sainte Lague Murni.

Partai Golkar meraih 82.273 suara dan berhak satu kursi. Adalah Dr Drs Adrianus Asia Sidot MSi yang meraih 48.453 suara jauh mengungguli para caleg Golkar lainnya melenggang ke senayan.

NasDem meraih 123.838 suara, kadernya Yessy Melania SE meraih 63.817 suara mengungguli rival terdekatnya Drs Abang Tambul Husin yang hanya meraih 21.502 suara.

Merasa Bersyukur

Mantan Bupati Landak dua periode, Adrianus Asia Sidot yang juga Ketua Ikatan Sarjana Katolik Kalbar. (tribunpontianak.co.id/Ridho Panji Pradana)

Dihubungi terpisah Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Golkar wilayah Kalbar 2 terpilih Adrianus Asia Sidot menuturkan dirinya merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan.

Menurutnya, apa yang telah dilaluinya selama masa berkampanye merupakan sesuatu yang luar biasa dan penuh tantangan.

“Semua yang telah saya lalu ini, sungguh luar biasa. Kalau secara manusiawi, tentu bukanlah hal yang mudah,” kata mantan Bupati Landak dua periode ini.

Dikatakannya, “Saya berhasil bisa melewati semua halangan dan tantangan ini, karena mujizat dari Tuhan.”

Ketua Umum Pengda PODSI Kalbar ini dirinya selama berkampanye banyak bertemu dan bersilahturahmi dengan masyarakat yang berada di dapil Kalbar 2 yakni Sanggau, Sekadau, Melawi, Sintang dan Kapuas Hulu.

“Di situ saya bertemu dengan masyarakat berbagai macam suku dan agama, di situ saya memperkenalkan diri sekaligus bersilahturahmi,” kata pria yang gemar berolahraga off road ini.

Ia juga menyampaikan saat berkampanye dirinya tidak berjanji yang muluk-muluk, dirinya hanya menyampaikan jika terpilih menjadi anggota DPR RI tidak akan korupsi.

“Amanah sebagai anggota DPR RI ini akan saya tunaikan kewajiban sebagai wakil rakyat. Di antaranya menjalankan tugas dan fungsi untuk menjadi penyambung lidah serta menyampaikan aspirasi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu berdasarkan hitung-hitungan dan prediksi, PDIP kembali meraih suara terbanyak yaitu 15 Kursi. Disusul Partai Golkar 8 kursi, Nasdem 8 kursi, Demokrat 7 kursi, Gerindra 7 kursi, PKB 5 kursi, PAN 5 kursi, PKS 3 kursi, PPP 3 kursi, Perindo 1 kursi, PKPI 1 kursi, Hanura 2 kursi.

Satu di antara caleg Partai Demokrat, Ermin Elviani, mengaku tak menyangka memperoleh suara yang sangat banyak pada Pemilu 2019 ini. Ermin adalah caleg DPRD Kalbar untuk Dapil Kalbar 2, meliputi wilayah Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Kubu Raya.

Ia mendapatkan suara sebanyak 30.931 dari Kabupaten Mempawah dan 7.330 dari Kabupaten Kubu Raya, atau totalnya 38.261 suara. Ini merupakan suara terbanyak dibanding caleg-caleg lain di dapil yang sama untuk Partai Demokrat.

“Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat Kalimantan Barat, khusunya masyarakat Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Kubu Raya yang sudah memberikan suaranya untuk memilih saya kembali maju ke DPRD Provinsi Kalimantan Barat,” katanya.

Ia mengatakan bahwa ini merupakan amanah yang besar dari masyarakat yang telah mempercayakan kursi legislatif kepada dirinya. Ia pun berjanji akan melakukan tugas sebaik-baiknya sebagai wakil rakyat.

“Ini merupakan amanah yang sangat besar, saya berterima kasih kepada masyarakat yang telah memilih saya kembali,” kata Ermin yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kalbar.

Ermin merasa amanah yang diberikan masyarakat semakin besar, karena perolehan suaranya juga meningkat dibanding Pemilu 2014 lalu.

“Kalau dulu suara saya hanya 11 ribuan, sekarang lebih dari 38 ribu. Ini merupakan sebuah amanah yang besar. Saya senang dengan hal ini, berarti masyarakat masih mempercayai saya, untuk mengemban tugas sebagai wakil rakyat,” ujarnya.

Ke depan dirinya pun bertekad untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui jalur politik.

Ia akan mengawal berbagai program agar tepat sasaran, sehingga masyarakat dapat merasakan berbagai dampak positif dari program yang digulirkan pemerintah.

“Tupoksi kami di legislatif adalah mengawal program pemerintah, dan saya akan fokus mengawal berbagai program yang ada. Agar program-program pemerintah tepat sasaran dan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” kata Ermin.

Ketua DPW Nasdem Kalbar Syarif Abdullah mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada masyarakat Kalimantan Barat yang telah memilih Partai Nasdem pada Pemilu 2019 ini. Khususnya di DPRD Kalbar, jumlah kursi yang didapat Partai Nasdem diprediksi melejit.

Dari lima kursi hasil Pemilu 2014 lalu, pada Pemilu 2019 ini Partai Nasdem diprediksi mendapatkan 8 kursi atau naik tiga kursi.

“Pertama saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Kalbar yang telah memberikan suaranya kepada Nasdem. Sehingga Nasdem diprediksi mendapatkan 8 kursi di provinsi, artinya mendapat kenaikan 3 kursi dibanding Pemilu 2014,” kata Abdullah.

Dengan banyaknya wakil rakyat yang berasal dari Partai Nasdem, dia berharap kepada seluruh anggota DPRD dari partai ini dapat mengemban amanah yang diberikan masyarakat sebaik-baiknya.

“Nasdem tentu mendapat kepercayaan masyarakat, saya berharap kepada teman teman yang duduk di DPRD, dapat menjadi perpanjangan aspirasi masyarakat,” harapnya.

Ia menjelaskan, dengan semakin banyaknya kursi di DPRD, maka kader partainya memiliki kesempatan duduk posisi pimpinan. Sehingga ini memberikan manfaat tersendiri bagi pihaknya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Tentu kalau dulu kita belum bisa masuk ke unsur pimpinan, dan sekarang kita bisa masuk ke unsur pimpinan, artinya kita akan lebih total dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Kalbar,” kata Abdullah.

Ke depan, pihaknya akan terus berusaha memperjuangkan berbagai program untuk kemajuan masyarakat. “Banyak yang akan kita perjuangan, proyek-proyek nasional yang akan kita perjuangkan dan kita tuntaskan,” katanya.

Ia mencontohkan ada beberapa program strategis nasional di Kalbar, antara lain pembangunan tol Pontianak-Singkawang, pembangunan Jembatan Kapuas III, pembangunan Jembatan Sambas-Jawai, duplikasi Jembatan Kapuas atau pembangunan jembatan dari eks Terminal Siantan ke Jalan Bardanadi.

Demi kepentingan masyarakat, kata Abdullah, Partai Nasdem melalui wakilnya di legislatif siap memperjuangkan percepatan program-program tersebut.

“Lalu kita akan mengawasi dan mempercepat pembangunan bandara,” katanya.

Pembangunan di Bandara Supadio adalah memperpanjang landasan pacu sampai 3.000 meter. Kemudian mempercepat pembangunan bandara baru di Singkawang dan Kayong Utara.

“Ini semua tentu akan menjadi perjuangan kita ke depan, mudah-mudahan saya masih di komisi V (DPR RI) di waktu yang akan datang,” kata Abdullah yang juga diprediksi akan menduduki kursi DPR RI dari Dapil Kalbar 1. (tribun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *