KABAR DPD

Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil Bahas Jabar Juara

Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil (foto: IG @ridwankamil)

kabargolkar.com, BANDUNG –¬†Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi kembali merajut hubungan usai pertarungan politik di Pilgub Jabar 2018. Keduanya bertemu dan membahas berbagai hal untuk kemajuan Jawa Barat.

Kebersamaan keduanya terabadikan dalam postingan di instagram pribadi milik Ridwan Kamil. Dalam postingannya itu, orang nomor satu di Jawa Barat menyebut Dedi sebagai sahabatnya. Pertemuan itu dimanfataakan keduanya untuk membahas berbagai hal demi masa depan Jawa Barat agar makin juara

“Berdiskusi bersama sahabat saya @dedimulyadi membahas masa depan Jawa Barat agar makin juara,” tulis pria yang akrab disapa Emil, Selasa (8/1/2019).

Sampai siang ini, postingan itu mendapat 3.594 komentar dari pengikut Ridwan Kamil. Mereka juga menyambut positif pertemuan yang dilakukan kedua tokoh tersebut.

Seperti yang diungkapkan pemilik akun shantypijje. “Suka banget sama kedua bapak ini.. Kerja nyata pak.. semoga sehat-sehat selalu bapak beserta keluarga,” tulisnya.

Tanggapan berbeda dari alfishahren. Dia malah menyebut keduanya sebagai calon presiden dan wakil presiden. “Calon presiden dan wakilnya ini teh?” tulisnya juga.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Jabar mengungkapkan, pertemuan itu berlangsung di Bandung, Senin (7/1/2019) malam. Pertemuan itu berlangsung dengan suasana hangat dan penuh keakraban.

“Pertemuan hangat dan cair, kan kami sahabat lama,” ucap Dedi, saat dihubungi, Selasa (8/1/2019).

Dedi mengaku bertemu dengan Emil selama dua jam. Dalam pertemuan itu dibahas berbagai hal, terutama menyangkut kolaborasi dan upaya membangun Jawa Barat ke depan.

“Diskusinya lebih pada urusan bagaimana membangun Jabar dengan kombinasi budaya dan tren milenial,” katanya.

Dedi mengaku, tidak membahas politik dalam pertemuan itu. Dia dan Emil tidak menyinggung perihal peran masing-masing di Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Enggak, kami membicarakan masa depan Jabar. Saya memahami milenialisme adalah paham kekinian yang tidak bisa dibendung tetapi karakter dan sejarah kebudayaan adalah pondasi utama. Alangkah indah keduanya disatukan demi kedaulatan rakyat bangsa dan negara, khususnya Jabar,” ucapnya. (detik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *