KABAR DPD KABAR KADER KABAR PILEG

Didukung Masyarakat Malang, Caleg Cantik Ini Yakin Menang

Rucita Permatasari. [kanalsatu]

Kabargolkar.com, SURABAYA – ‘Tsunami’ DRPD Kota Malang sempat membuat banyak calon legislatif khawatir untuk bisa mendapatkan kepercayaan dari warga, terutama di Malang Raya. Namun hal itu sama sekali tidak dirasakan oleh Ruchita Permatasari, caleg DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Golkar.

Ia yang mendapatkan tugas untuk nyaleg dari Dapil Malang Raya ini mengaku mendapatkan pengalaman positif selama tiga bulan turun kampanye menemui masyarakat. Caleg muda berusia 28 tahun ini justru merasa mendapatkan dukungan besar dari masyarakat untuk bisa lolos melenggang menjadi wakil rakyat.

“Alhamdulillah hal itu, sama sekali tidak saya rasakan. Justru masyarakat memberi feedback (umpan balik) positif pada caleg-caleg dengan nama baru, yang muda, mereka mengaku mendapatkan harapan baru dengan tokoh-tokoh baru dan muda,” kata Ruchita Permatasari, Sabtu (1/12/2018).

Oleh sebab itu, ia mengaku optimistis bisa mendapatkan kepercayaan warga Malang Raya. Sebab menurutnya, yang juga harus dibangun adalag tentang semangat untuk tidak menyerah pada demokrasi Indonesia.

Lebih lanjut pengusaha muda di bidang perhotelan ini mengaku memiliki misi khusus dalam keputusannya untuk terjun ke dunia politik di usianya yang masih muda, dan di tengah kesuksesannya sebagai pengusaha.

Chita, begitu ia biasa disapa, memiliki perhatian khusus di dunia pendidikan masyarakat ekonomi lemah. Jika nanti diberi kepercayaan duduk sebagai wakil rakyat, Chita ingin memperbaiki dan membela hak pendidikan untuk masyarakat ekonomi lemah.

“Selama ini saya memang aktif di dunia pendidikan. Saya mendirikan sekolah gratis untuk anak-anak jalanan di Surabaya, saat ini masih berjalan di kawasan Jalan Lesti,” kata Chita.

Tidak hanya itu, ia juga mendidikan lembaga TK Untuk Indonesia, yang mulanya ia dirikan karena ia merasa ingin memberikan perhatian bagi perempuan yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Bagi perempuan seperti itu, dikatakan Chita pilihannya ada dua. Anak ditelantarkan dan kurang perhatian, atau tidak bekerja. Sedangkan jika bekerja dan menitipkan anak ke playground atau playgroup di Surabaya juga mahal harganya.

“Maka saya menganggap mendidikan day care TK Untuk Indonesia. Ibu-ibu yang mau menitipkan anaknya di kami, biayanya gratis,” katanya.

Di lembaga ini Chita juga memberikan bekal untuk bisa mandiri secara ekonomi. Utamanya memanfaatkan era digital untuk menambah pendapatan keluarga. Pendidikan dan perempuan menjadi dua hal yang menjadi konsentrasi perhatian Ruchita Permatasari. Ia ingin dengan usianya yang muda, bisa bermanfaat bagi sesama.

“Itu juga yang ingin saya perjuangan nanti jika terpilih,” kata alumnus sarjana Universitas Ciputra Surabaya ini.

Di sisi lain, ia mengakui bahwa banyak yang menyakan keputusannya terjuan di dunia politik dan menoleh ke arah lain dari zona nyaman sebagai pengusaha.Bagi Ruchita Permatasari,sebagai generasi muda, semua bisa ikut berperan memajukan bangsa Indonesia untuk menjadi lebih baik. Mimpinya, sumber daya manusia Indonesia, khususnya Jawa Timur bisa meningkat. [tribun]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *