KABAR NASIONAL

Dorong Partisipasi Perempuan, Golkar “Safari” Gelar Pendidikan Politik

Bendahara Umum KPPG, Lindsey Afsari Puteri (Foto: Holang/breakingnews)

kabargolkar.com, JAKARTA – Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) menggelar seminar dengan tema “Peran aktif kelompok perempuan dan milenial sebagai agen pendorong dan penguatan  pengawasan kebijakan politik”. Acara tersebut digelar di Magnet futsal, Kapuk Muara, Jakarta Utara, Sabtu (26/1/2019).

Bendahara Umum KPPG, Lindsey Afsari Puteri selaku pembicara utama dalam seminar tersebut mengatakan, pihaknya menggelar acara yang dominan diikuti oleh sejumlah ibu-ibu tersebut bertujuan memberikan pendidikan politik.
“Kita semua Caleg DPR RI ditugaskan untuk menggelar pendidikan politik. Jadi kita bukan kampanye atau sosialisasi pribadi. Tetapi lebih kepada pendidikan politik, politik apa sih, apa sih tujuan dari partai,” ujar Lindsey kepada wartawan di lokasi acara.
“Nah saya engga mau jalan sendiri. Saya lebih baik bermitra maka ajak juga teman yang dari DPRD-nya tetapi sama-sama kita main di pusat. Jadi acara hari ini menjalankan mandat dari Partai Golkar khususnya korbid kepartaian. Ini ada kaderisasi dan keanggotaan,” tambahnya.
Menurut Lindsey, pihaknya saat ini tengah gencar mengkaderisasi kaum muda. Apalagi kata Lindsey, DKI Jakarta merupakan daerah yang penuh perjuangan berhadapan dengan sejumlah partai kuat lainnya.
“Di bidang kaderisasi itu memang wajiblah untuk mengkader lebih banyak lagi kantong-kantong Golkar yang lama ini, yang muda ini. Khususnya DKI ini sekarang semakin berat perjuangan dengan partai-partai kuat yang lain setelah pilkada. Di sini juga kita kan ditugaskan dari DPP untuk meng-KTA-kan orang-orang ini menjadi Golkar. Makanya kita siapkan juga formulir KTA,” jelasnya.

Kuota Perempuan

Lanjut Lindsey, pihak DPP telah memberikan mandat bahwa kuota perempuan dalam pencalegan harus 30 persen sesuai amanat Undang-Undang (UU) Pemilu. Namun kenyataannya kata Lindsey, pencapaiannya hanya 18 persen.
“Itu juga mandat dari DPP Partai Golkar, kuota perempuan dalam pencalegkan 30 persen sesuai afirmasinya. Tetapi kenyataannya di DPR sendiri baru 18 persen pencapaiannya. Itu sangat minim banget,” katanya.
Guna menggenjot partisipasi perempuan kata Lindsey, pihaknya terus memberikan pendidikan politik supaya partisipasi kaum hawa terus meningkat. “Kita harus turun benar-benar kaya tadi yang saya lakukan bahwa kita harus mendidik mereka bahwa partisipasi perempuan dalam pemilu menentukan,” jelasnya.
“Nah kita kalau kita lihat hasil pemilih dari pilkada, kalau saya lihat partisipasi perempuan sangat sedikit sekali. Mereka menganggap mau ngapain juga. Atau daerah-daerah yang terpencil seperti ini, ibu-ibu rumah tangga kadang tu mau ninggalin rumah atau datangin TPS itu suka males,” tambahnya.
Padahal kata Lindsey, keberadaan perempuan dalam politik sangat penting. “Eksistensi dari perempuan itu penting banget. Jadi harus kita touch (sentuh) ini dengan pengetahuan yang benar bahwa memilih itu bukan nyoblos doang selesai sampai itu engga ada tujuan dan engga ada esensinya nanti untuk ke depan,” tukasnya. (breakingnews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *