KABAR NASIONAL Kabar Parlemen

DPR Dukung Program Pemerintah Biodiesel Campur Solar

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung program pemerintah yang mewajibkan pencampuran 20% Biodiesel dengan 80% bahan bakar minyak jenis Solar (B20) pada sektor usaha, transportasi dan pelayanan umum. [foto: dok. merdeka.com]

kabargolkar.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada 2018 mengalami defisit mencapai Rp8,57 miliar dolar AS. Berdasarkan catatan tersebut, dikatakan jumlah defisit terbesar sejak tahun 1975 dan penyebab utama defisit berasal dari impor migas sebesar Rp12,4 miliar dolar AS.

Mehyikapi hal ini, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung program pemerintah yang mewajibkan pencampuran 20% Biodiesel dengan 80% bahan bakar minyak jenis Solar (B20) pada sektor usaha, transportasi dan pelayanan umum.

“Lakukan revitalisasi industri manufaktur, khususnya industri pengolahan minyak mentah untuk menghasilkan bahan siap pakai, seperti bahan bakar minyak (BBM), sehingga dapat menekan impor migas yang menjadi penyebab utama defisit,” papar Bamsoet melalui rilis pers yang diterima kabargolkar, Kamis (17/1).

Anggota parlemen Fraksi Partai Golkar ini menuturkan, Kementerian Perinsdustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar menyiap sejumlah langkah strategis di tahun ini guna meningkatkan jumlah ekspor non-migas dan menekan jumlah impor migas.

“Buat strategi dengan memperluas tujuan ekspor non-migas yang sebelumnya ke Eropa menjadi ke negara Afrika dan Timur Tengah, untuk menghadapi dampak ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China,” lanjutnya.

Diharapkan, kepada para pelaku usaha juga dapat meningkatkan kualitas hasil produksinya.

“Agar dapat bersaing dengan produk asing,” pungkas Bamsoet. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *