KABAR NASIONAL Kabar Parlemen

DPR Upayakan Pemerintah Optimalkan Petani Tebu Lokal

IMPOR GULA: Petani tebu kini merasa rugi karena pemerintah masih mengandalkan impor gula. [foto: republika]

kabargolkar.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) dan United States Department of Agriculture per Oktober 2018 mencatat impor gula sepanjang tahun 2018 meningkat hingga 4,63 juta ton. Selain itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana akan melakukan penambahan impor gula sebanyak 1,1 juta ton pada semester I tahun 2019.

Menyikapi hal tersebut, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo menyampaikan, pihaknya mendorong Kemendag untuk mengkaji kembali keputusan penambahan impor gula dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumsi pada semeseter I tahun 2019 dan meminta data pembanding kepada BPS sebagai pertimbangan untuk melakukan impor gula.

“Alangkah baiknya jika pemerintah menyerap hasil gula dari petani lokal, sehingga secara psikologis petani tebu tetap merasa dilindungi pemerintah. Berikan juga motivasi kepada mereka (petani tebu-red) dalam menggarap lahannya,” papar Bamsoet.

Politi Partai Golkar ini juga mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mengupayakan revitalisasi industri gula dalam negeri, melalui perbaikan pabrik gula secara menyeluruh.

“Ganti alat-alat produksi gula sesuai dengan perkembangan teknologi. Ini perlu dilakukan agar terpenuhi kualitas produksi gula lokal untuk kebutuhan industri sesuai standar International Commision For Uniform Methods of Sugar Analysis (ICUMSA),” terangnya.

Anggota DPR Fraksi Gilkar Dapil Jawa Tengah (Jateng) VII ini juga mendorong Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar mempermudah perizinan investasi, sehingga ke depan dapat mempermudah Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memperoleh modal.

“Modal ini nantinya untuk membangun atau mendirikan pabrik gula di sejumlah daerah,” pungkasnya. [kabargolkar]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *