KABAR DPD KABAR GOLKAR Kabar Parlemen

DPRD Surabaya Desak Pemkot Perhatikan Kebersihan Hingga ke Perkampungan

Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Krisna. [foto: bizlanews]

kabargolkar.com, SURABAYA – Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Krisna mendesak agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperhatikan kebersihan lingkungan hingga ke kampung-kampung, bukan hanya fokus memperhatikan kebersihan lingkungan di tengah kota.

“Sudah saatnya perhatian pemkot akan kebersihan lingkungan diperluas. Bukan hanya mengurus taman tengah kota, tapi ada kampung-kampung yang sampahnya menumpuk hingga seminggu,” kata Pertiwi.

Di kampung tersebut tak ada petugas dari kelurahan yang bertugas mengambili sampah warga. Hanya petugas yang ditunjuk dan dibayari warga sendiri yang selama ini diandalkan mengambili sampah. Namun, belakangan petugas ini membiarkan sampah menumpuk.

Menurut hasil laporan warga yang diterima Pertiwi, persoalan lingkungan tersebut menjadi masalah serius karena bisa berdampak pada kesehatan. Situasi ini sudah dirasakan warga. Mereka ada yang sudah diserang penyakit gatal-gatal.

“Banyak lalatnya sekarang. Ada juga yang tidak punya bak sampah menaruh begitu saja buntalan sampah di pojokan kampung,” ucap Sri Hariati, warga kampung Simolawang.

Jika ini dibiarkan, maka akan berdampak luas. Pertiwi Ayu pun mendesak Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya untuk mengirim bak sampah. Sebab yang mendesak untuk direalisasikan demi warga adalah bak sampah.

Dalam catatan politisi Golkar itu, ada empat RT di Simolawang yang kondisinya sama. Sampah warga menumpuk berhari-hari. Warga pun mengajukan bantuan bak sampah ke Pemkot.

“Kami akan serius dan menanyakan sendiri ke DKRTH. Warga ini harus diperhatikan. Ada anggaran Rp 700 miliar di dinas ini,” lanjut Pertiwi.

Namun, anggaran itu hanya untuk mempercantik tengah kota. Kondisi di pinggiran kota yang terkait dengan kebesihan lingkungan tak diperhatikan. Hal ini hampir menyeluruh terjadi di kota Surabaya.

Menurut Pertiwi, kota yang terkenal dengan kota seribu taman ini akan lebih memberi manfaat jika kebersihan dan pembangunan lingkungan bersih hingga ke kampung-kampung. Apalagi banyak kampung yang menunggu perhatian.

“Minimal peralatan dan sarana. Seperti permintaan bak sampah di Simolawang, kenapa tidak direalisasikan. Kami akan tanyakan sendiri kenapa ini terjadi,” pungkas Pertiwi. [beritajatim]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *