KABAR PILPRES

Dukungan Solid, Golkar Siap Jadi Lokomotif Pemenangan Jokowi di Madura

Presiden Joko Widodo (Setpres/Agus Suparto)

kabargolkar.com, SURABAYA – Partai Golkar terus berkomitmen untuk membantu mesin pemenangan Calon Presiden, Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin di Jawa Timur.

Termasuk di kawasan Pulau Madura yang selama ini menjadi basis pemenangan di Jawa Timur untuk rival Jokowi, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Plt Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jatim, Zainuddin Amali menegaskan bahwa Golkar merupakan partai pertama yang mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi untuk maju di pilpres 2019.

Dukungan itu, menurutnya tak lepas dari aspirasi kader di bawah. ”Dukungan dari Golkar bahkan telah diberikan sejak tahun 2016, tepatnya saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Jakarta silam,” kata ZA (sapaan Zainuddin Amali) ketika ditemui di Surabaya.

Oleh karenanya, sejalan dengan keputusan tersebut, kader partai berlambang pohon beringin ini pun siap mengawal garis instruksi partai untuk menang di seluruh wilayah. Termasuk di Madura.

ZA pun menegaskan bahwa situasi di Madura berbeda dengan pemilu sebelumnya yang dimenangkan Prabowo. ”Kemarin Pak Jokowi kalah di Madura sebab Golkar belum mendukung. Kalau Pemilu nanti, kami rasa situasinya sudah berubah,” kata ZA.

Bahkan, untuk memastikan kemenangan tersebut, Golkar siap berada di garda terdepan mesin pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

”Kami siap menjadi lokomotif pemenangan,” kata anggota DPR RI ini. ZA pun membantah bahwa pemilih Golkar memiliki resisten terhadap Jokowi, sekalipun itu di Madura.

Menurutnya, yang terjadi justru sebaliknya. ”Tak ada yang demikian (resisten). Bahkan, baliho kami juga memasang foto Pak Jokowi berdampingan dengan para caleg,” tandas caleg DPR RI dari dapil Madura ini.

Pemilih Golkar untuk saat ini memang berangsur beralih mendukung Jokowi. Di Jawa Timur, mayoritas pemilih Golkar telah mendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Menurut survei The Initiative Institute (TII), sebanyak 63,3 persen pemilih Golkar akan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin di pemilu mendatang.

Sementara sekitar 16,9 persen memilih Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Sedangkan sisanya (19,8 persen) masih menyatakan ragu-ragu.

Prosentase peningakatan tersebut cukup menarik, sebab pada pemilu 2014 silam, Partai berlambang pohon beringin mendukung rival Jokowi, Prabowo yang masih berpasangan dengan Hatta Rajasa. Pada pemilu 2019 mendatang, Prabowo akan kembali menjadi penantang Jokowi.

Meskipun peningkatan itu cukup tinggi, prosentase tersebut masih berada di bawah suara pemilih Jokowi dari partai pendukung lainnya, seperti PDI Perjuangan (80,4 persen), Perindo (69,6 persen), Hanura (68,8 persen), dan PKB (68,2 persen).

Namun, berada di atas NasDem (52,8 persen), PPP (54,5 persen), dan PSI (42,9 persen). Meskipun demikian, suara tersebut disinyalir masih terus akan meningkat. Apalagi, masa kampanye masih menyisakan waktu sekitar empat bulan kedepan. (tribun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *