KABAR NASIONAL

Eka Sastra: Reformasi Pasar Penting Dilakukan

Eka Sastra dalam acara peluncuran dan bedah buku ‘Reformasi Pasar’. (kabargolkar)

kabargolkar.com – Anggota Komisi VI Fraksi Partai Golkar DPR RI Eka Sastra mengatakan bahwa reformasi pasar perlu dilakukan. Hal tersebut diungkapkannya dalam peluncuran buku ‘Reformasi Pasar’ pada Selasa (18/9/2018).

Acara yang bertempat di kompleks Gedung DPR RI ini juga menampilkan diskusi hangat, membedah isi buku serta diskusi membahas perekonomian Indonesia.

Dr M Syarkawi Rauf, Ketua KPPU 2012-2018, salah satu pembicara yang membedah isi buku ‘Reformasi Pasar’, buku terbaru Eka Sastra pun mengungkapkan pendapatnya.

Dr M Syarkawi Rauf, Ketua KPPU 2012-2018 (kabargolkar)

Buku ini sangat menarik, menurut Syarkawi Rauf, karena di-backup oleh data dan fakta yang dihadapi dalam perekonomian Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Eka Sastra adalah Legislator dari Fraksi Partai Golkar yang bertugas di Komisi VI DPR RI yang mengurus bidang perekonomian.

“Pasar bergerak dari competitive market dan monopoli, menciptakan duopoli dan oligopoli,” demikian ungkap Syarkawi Rauf. Sebagai contoh, industri pesawat terbang yang dilakoni Boeing dan Airbus.

“Boeing dan Airbus tidak serta merta berkolusi dalam menetapkan harga, karena pasar yang bersifat kompetisi atau contestable,” demikian ungkap Syarkawi Rauf.

Lebih lanjut, Ketua KPPU ini mengatakan, bila kedua perusahaan ini berkolusi, dikhawatirkan akan ada pemain baru yang masuk serta mengganggu ‘jatah kue’ kedua perusahaan tersebut.

Persoalan lama ekonomi bangsa

Ketua KPPU ini juga mengungkapkan persoalan yang telah lama membelit perekonomian bangsa. “Persoalan struktur pasar yang terlalu terkonsentrasi. Hal ini merupakan warisan masa lalu,” Demikian ungkap Syarkawi. Terlalu banyak pihak yamg mendapatkan keistimewaan atau privilige yang meniadakan kompetitor.

Syarkawi lalu mengungkapkan berbagai masalah mulai pengadaan beras/gabah sampai dengan bawang putih yang menyebabkan harga menjadi mahal.

“Untuk menata hal-hal tersebut, maka dibutuhkan reformasi pasar,” demikian tegas Syarkawi. Dengan melakukan reformasi pasar persaingan usaha akan semakin baik. Ujungnya, yang mendapatkan kebaikan adalah masyarakat, karena mendapatkan harga dan kualitas barang terbaik. (tim liputan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *