KABAR DPD Kabar Parlemen

Elpiji 3 Kg Langka, Legislator Golkar Kotim Dukung Pemkab Gandeng BUMDes

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rudianur menyarankan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim bisa bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menyalurkan elpiji 3 kilogram ke daerah pedalaman di Kotim, sehingga pendistribusiannya benar-benar diawasi dengan baik. [foto: istimewa]

kabargolkar.com, SAMPIT – Elpiji 3 kilogram saat ini semakin langka, kalaupun ada harganya melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditentukan pemerintah.

Hal ini diduga karena adanya penyalahgunaan atau kesalahan terkait penyalurannya di lapangan. Untuk itu, perlu dievaluasi terkait pendistribusiannya.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rudianur menyarankan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim bisa bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menyalurkan elpiji 3 kilogram ke daerah pedalaman di Kotim, sehingga pendistribusiannya benar-benar diawasi dengan baik.

“Kami menyarankan pemerintah daerah bisa menggandeng BUMDes dalam penyaluran gas elpiji 3 kilogram untuk ke daerah pelosok desa yang ada di Kabupaten Kotim ini,” kata Rudianur, seperti dikutip KaltengPos, Selasa (29/1).

Menurut Rudi, penyaluran gas melon dengan menggandeng BUMDes dinilai lebih efiktif. Karena pihak desa lebih tahu dan memiliki data lebih lengkap tentang warganya yang berhak menggunakan gas elpiji subsidi tersebut.

“Kalau pendistribusian gas elpiji subsidi tersebut melibatkan pihak desa, saya menilai ini lebih efiktif. Karena melalui BUMDes itu akan tahu mana masyarakat yang berhak mendapatkan elpiji subsidi itu, dan mana yang tidak,” tuturnya.

Politisi Partai Golkar ini juga mengatakan, BUMDes bersama aparatur desa dinilai lebih paham dengan masyarakatnya yang memang membutuhkan. Sekaligus juga, masyarakat setempat bisa aktif mengawasi penyaluran gas elpiji bersubsidi itu.

“Kami meminta pihak Pertamina maupun agen yang ada di Kabupaten Kotim bisa bekerjasama dengan pemerintahan desa melalui BUMDes, sehingga penyaluran gas elpiji 3 kilogram tersebut memang diperuntukan bagi masyarakat yang tidak mampu,” tegasnya.

Rudi menambahakan, dengan dilibatkannya BUMDes dalam penyaluran gas elpiji 3 kilogram itu, diharapkan dapat memperkecil terjadinya penyelewengan.

“Sehingga oknum-oknum yang bermain tidak dapat leluasa lagi,” tutupnya [KaltengPos]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *