KABAR DPD Kabar Parlemen

FPG DPRD Surabaya Sepakati Reposisi di Komisi B

Fraksi Golkar di DPRD Kota Surabaya turut menyepakati adanya reposisi unsur pimpinan di tubuh komisi B. Hal itu ditunjukkan melalui sikap anggota Komisi B yang berasal dari Golkar, Binti Rochma pada surat usulan tersebut. [foto: dok. ArekNews]

kabargolkar.com, SURABAYA – Fraksi Golkar di DPRD Kota Surabaya turut menyepakati adanya reposisi unsur pimpinan di tubuh komisi B. Hal itu ditunjukkan melalui sikap anggota Komisi B yang berasal dari Golkar, Binti Rochma pada surat usulan tersebut.

Usulan reposisi itu sebelumnya telah disepakati enam anggota komisi B. Di antaranya ialah Anugrah Ariyadi (wakil ketua) fraksi PDI Perjuangan, Baktiono (anggota) fraksi PDIP, Erwin Tjahyuadi (anggota) asal Fraksi PDIP, M Arsyad (anggota) Fraksi PAN, Binti Rochma (anggota) Fraksi Golkar, Dini Rijanti (anggota) asal Fraksi Demokrat.

Sebagai informasi, sikap Binti di surat yang ada secara otomatis merepresentasikan sikap partai maupun fraksi tempat dirinya bernaung.

Hal itu, mendapat respon positif dari Ketua DPRD Armuji. Dirinya menyetujui usulan reposisi Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya yang dijabat oleh Edi Rahmat. Diketahui surat undangan Badan Musyawarah tertanggal 19 Januari 2019 dengan nomor 005/377/436.5/2019 yang bersifat segera.

“Memang sudah waktu untuk dilakukan perombakan. Jika dibiarkan akan semakin parah nanti,” jelas Armuji.

Pada saat ini di posisi pimpinan komisi B terdapat tiga orang. Di posisi ketua terdapat politikus PKB Mazlan Mansyur dan politikus PDIP Anugrah Ariyadi yang menjabat sebagai wakil ketua. Sedangkan pada posisi sekretaris pansus diisi oleh Edi Rahmat, politikus asal Hanura.

Polemik yang ada di internal komisi yang membidangi urusan perekonomian itu terjadi pada Juli 2018. Beberapa anggota merasa kecewa karena adanya sikap dari pimpinan komisi B menentukan nama anggota yang berangkat kunjungan ke Liverpool. Pasalnya saat penentuan nama, tidak disampaikan dalam rapat terbuka, sehingga terkesan asal tunjuk.

Selain itu, permasalahan internal lainnya ialah tidak adanya koordinasi dengan anggota ketika akan melakukan kunjungan ke Yogyakarta. Saat itu, ketua tiba-tiba melakukan perubahan jadwal kunjungan tanpa adanya koordinasi bersama anggota lainnya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya Anugrah Ariyadi menjelaskan, agenda voting anggota agar segera dilakukan supaya permasalahan segera dapat dipecahkan.

“Kami harap segera dilakukan voting agar tidak semakin berlarut-larut permasalahan ini,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, usulan reposisi ini dikarenakan manajemen di komisi B kurang begitu berjalan dengan lancar dan kompak serta kurang transparan.

“Ya di Komisi B kurang kompak dan kurang transparan seperti komisi-komisi yang lainnya. Untuk itu, perlu adanya penyegaran posisi unsur pimpinan biar ada perbaikan,” pungkasnya. [BeritaJatim]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *