KABAR DPD KABAR GOLKAR KABAR KADER

Fungsionaris Golkar Nilai Media Jadi Corong Edukasi Politik

Kegiatan pendidikan politik yang bertajuk Optimalisasi Peran Media Massa dan Media Sosial di daerah Lido Kabupaten Bogor. [Foto: Radar Bogor]

kabargolkar.com, CIGOMBONG – Di era digital saat ini, media memiliki peran yang strategis dalam mempercepat arus informasi kepada masyarakat. Tidak mengherankan menjelang Pemilu 2019, khususnya media sosial dijadikan sebagai salah satu alat kampanye untuk meraih dukungan dari masyarakat.

Dalam kegiatan pendidikan politik yang bertajuk ‘Optimalisasi Peran Media Massa dan Media Sosial’ di daerah Lido, Kabupaten Bogor, Fungsionaris Partai Golkar, Astrid Krisanda mengungkapkan pentingnya filter dalam menerima informasi dari media sosial.

“Meningkatnya kecenderungan masyarakat dalam mempergunakan media sosial dalam berbagai aspek kehidupan banyak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memberikan informasi hoax yang dapat memecah belah persatuan bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, dalam masa kampanye masyarakat juga harus bijak menyikapi saratnya kepentingan berbagai pihak dalam menyebarkan informasi di media sosial. Baik untuk meningkatkan elektabiltas maupun menjatuhkan lawan politik.

Dihadapan lebih dari seratus peserta yang hadir Astrid mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena tersebut. Dia memandang seharusnya media sosial bisa digunakan untuk memberikan pendidikan politik yang benar kepada masyarakat.

“Ironisnya sebagian masyarakat lebih percaya berita hoax ketimbang sumber berita resmi yang dirilis oleh partai politik maupun pemerintah,” ucapnya.

Untuk itu Astrid mengajak peserta yang hadir untuk menyebarkan informasi-informasi politik yang edukatif. Melalui informasi-informasi yang benar dia yakin secara perlahan masyarakat akan semakin cerdas dalam menentukan pilihan dalam pemilu nanti.

“Masyarakat juga akan sadar konsekuensi jika salah dalam menentukan pilihan karena dampaknya akan dirasakan selama lima tahun kedepan,” urainya.

Lebih lanjut dikatakan Astrid, media massa dan media sosial seharusnya tidak hanya digunakan untuk pencitraan dan peningkatan elektabilitas semata. Melainkan harus lebih dioptimalkan untuk menjadi corong partai politik maupun para politisi dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

“Untuk itu para politisi harus lebih bijak dan santun dalam menyampaikan pesan-pesan politik di media massa maupun media sosial,” pungkasnya. [radarbogor]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *