KABAR DPD KABAR GOLKAR KABAR NASIONAL

Gandung: Masuknya Titiek, Justru Suara Golkar DIY Turun Hingga 40 Persen

KabarGolkar.com – Partai Golkar Yogyakarta justru menyambut gembira dengan mundurnya Siti Hediati Haryadi alias Titiek Soeharto. Sejak Titiek bergabung dengan Partai Golkar, perolehan suara partai berlambamg pohon beringin justru turun.

Ketua Dewan Pembina DPD I Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Gandung Pardiman mengatakan, kehadiran keluarga Cendana di Partai Golkar tidak menguntungkan Golkar. Dari segi perolehan suara di Pemilu, kehadiran Titiek soeharto Sama sekali tidak terkatrol naik, bahkan malah tutrun.

Dia menyontohkan, pada Pemilu 2009 sebelum Titiek Soeharto bergabung, Partai Golkar DIY mampu mendulang 250.000 suara untuk DPR RI. Namun setelah Titiek Soeharto bergabung pada Pemilu 2014, suara Partai Golkar untuk DPR RI hanya 190.000 suara.

“Suara Partai Golkar turun 60.000 suara. Artinya kehadiran keluarga Cendana yang direpresentasikan oleh Mbak Titiek justru membuat suara Golkar di DIY turun di DIY,” kata Gandung di Yogyakarta, Senin (11/6) malam.

Wakil Ketua DPP Partai Golkar Bidang Buruh, Petani, Nelayan dan Ormas ini mengatakan, slogan “Isih Enak Jamanku Ta” (Masih Enak Zamanku Tho) dengan gambar wajah HM Soeharto tersenyum  justru merugikan Golkar. “Slogan dan gambar Pak Harto merugikan Golkar, khususnya di DIY,” tegasnya.

Mantan Anggota DPR RI ini mengatakan, dengam mundurnya Titiek Soeharto menjadi momentum Partai Golkar bangkit dari bayang-bayang Orde Baru atau keluarga Cendana.

“Senin 11 Juni 2018 menjadi momentum Partai Golkar bangkit mewujudkan sebagai partai dengan paradigma baru. Lepas dari bayang-bayang pak Harto yang berkuasa selama 32 tahun di Indonesia,” kata Gandung.

Ketua Umum Jaringan Kerja Rakyat Bersama Jokowi (Jangkar Bejo) menegaskan, Akbar Tanjung sudah berusaha keras memutus Partai Golkar dengan Orde Baru. Namun upaya selama 20 tahun tersebut baru terlaksana hari ini dengan mundurnya Titiek Soeharto dari Partai Golkar.

Pada Pemilu 2014 lalu, Gandung Pardiman meraih suara terbanyak kedua di internal caleg DPR RI dari Partai Golkar di bawah Titiek Soeharto. Jika pergantian antar waktu (PAW) sesuai mekanisme partai, Gandung yang menggantikan posisi Titiek Soeharto di DPR RI.

Gandung enggan mengomentari hal itu. Namun yang pasti keanggotaan Titiek Soeharto di Partai Golkar sudah gugur dan harus ada mekanisme PAW. “Kita tunggu saja keputusan DPP Partai Golkar soal itu (PAW) di DPR RI,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD I Partai Golkar DIY Rani Widayati mengaku optimistis  mundurnya Titiek Soeharto tidak akan berpengaruh dalam perolehan suara pada Pemilu 2019 mendatang. “Partai Golkar dengan segala pengalamannya tetap bisa mempertahankan bahkan merebut suara pada Pemilu 2019,” katanya.

Wakil Ketua DPRD DIY ini berharap setelah Titiek Soeharto resmi mengundurkan diri, DPP Partai Golkar segera merespon cepat untuk proses PAW di DPR RI. “Biar Dapil DIY tetap ada wakilnya dari Partai Golkar di DPR RI. Sayang kalau wakil Partai Golkar di DPR RI kosong,” ungkapnya. [Sumber]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *