KABAR DPD

Gerak Cepat Maman Abdurrahman Atasi Krisis Listrik di Kalbar

Maman Abdurrahman saat menghadiri acara tasyakuran Partai Golkar Kalbar di Pontianak.

kabargolkar.com – Meski belum lama dilantik menjadi Anggota DPR RI di Komisi VII, Maman Abdurrahman, politisi Partai Golkar asal Kalbar ini sudah menunjukkan komitmennya dalam menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi rakyat.

Ditemui usai menghadiri acara syukuran partainya di Pontianak, Rabu (8/8/2018) malam, Maman menyatakan siap memperjuangkan persoalan krisis listrik di Kalbar.

“Harapan saya di Komisi VII memang kita harus melihat bahwa permasalahan byar-pet masih sering kita mati listrik segala macam, saya akan coba mendorong perhatian Pemerintah Pusat untuk mengoptimalkan ataupun mendorong percepatan penyelesaian pembangunan infrastruktur untuk menyelesaikan krisis listrik kita di Kalimantan Barat,” ujarnya di Sekretariat Golkar Kalbar, Gedung Zamrud Pontianak.

Dalam kunjungan kerjanya (kunker) ke Kaltim beberapa waktu lalu, Maman mengungkapkan telah dibuat program interkoneksi jaringan listrik antara tiga provinsi di Kalimantan, yaitu Kaltim, Kalteng, dan Kalsel.

“Yang kita sayangkan Kalimantan Barat tidak dimasukkan di situ sebagai program interkoneksi yang dilakukan oleh PLN Regional Kalimantan. Oleh karena itu kemarin kita coba mendorong untuk supaya Kalimatan Barat dimasukkan di dalam skala prioritas untuk program pengembangan pembangunan infrastruktur PLN,” katanya.

Selain kelistrikan, politisi muda asal Kabupaten Sanggau ini juga siap mendorong Pemerintah Pusat merealisasikan bahan bakar minyak (BBM) satu harga.

“Kita juga mendorong Pertamina untuk segera ditingkatkan ditambahkan frekuensi pembangunan SPBU mini sampai ke daerah pedalaman. Karena harapan kita, jangan sampai saudara-saudara kita yang ada di pedalaman sana yang ada di hulu segala macamnya, mendapatkan harga bahan bakar jauh di atas kita yang berada di tengah kota. Upaya ini kita dorong untuk segera mempercepat pembangunan SPBU mini di Kalimantan Barat ini,” terangnya.

Lalu terkait penertiban pertambangan ilegal dan tenaga kerja asing di pertambangan. Maman mengatakan, saat ini beredar kabar di Kalbar khususunya di Kabupaten Ketapang mengenai penggunaan tenaga kerja asing tersebut.

“Itu juga menjadi perhatian saya nanti ke depannya. Agar optimalisasi pemanfaatan sumber daya manusia lokal di daerah masing-masin itu segera dioptimalkan di sektor pertambangan kita,” ujar Wasekjen DPP Partai Golkar ini.

Maman menuturkan bahwa dirinya telah turun ke Ketapang untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait kabar tenaga asing tersebut.

“Perlu dipahami oleh semua masyarakat, kita kan juga harus meliharlt duduk permasalahan yang sebenarnya terkait mengenai penggunaan tenaga kerja asing. Pada prinsipnya adalah bagaimana pertambangan kita, para investor, kita tidak melarang atau kita menerima dan membuka ruang seluas-luasnya kepada investor asing untuk masuk di Kalbar ini. Namun tetap masuknya mereka di Kalbar harus bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk kepentingan bangsa dan negara terutama kepentingan masyarakat Kalbar,”

“Mengenai pertambangan ilegal harus dipahami secara aturan itu melanggar. Namun di sisi lain kita harus menyiapkan solusi-solusinya, karena inikan terkait hajat hidup orang banyak di daerah tersebut. Prinsipnya adalah bagaimana kita bisa memberdayakan masyarakat lokal tapi tanpa harus melanggar aturan,” tuturnya.

sumber berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *