KABAR NASIONAL

Gerak Langkah Partai Golkar Capai Target di Pemilu 2019

kabargolkar.com, JAKARTA – Tidak lama lagi. Ajang Pemilihan Umum 2019 kian mendekati titik akhir.
Ajang Pemilu 2019 yang menggabungkan kegiatan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Pilpres (Pilpres), menjadi pengalaman pertama dihadapi oleh partai politik, dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Partai Golkar sebagai parpol sarat pengalaman menghadapi Pemilu pada periode-periode sebelumnya juga tengah bersiap dengan sebaik-baiknya.

Guna memenuhi target memenangkan 110 kursi legislatif tingkat nasional, persiapan Partai Golkar tidak main-main. Beberapa waktu lalu, kabargolkar.com menemui Yahya Zaini, Sekretaris Bappilu Partai Golkar, guna membahas persiapan partai.

Dalam percakapan dengan Cak Yahya, -sapaan akrab beliau- beliau memaparkan gerak langkah partai mencapai hal tersebut. Berikut cuplikan hasil wawancaranya.

kabargolkar.com

kabargolkar.com

Bagaimana Cak, kabar Partai Golkar hari ini?

Kabar Partai Golkar, sekarang ini kita sedang giat-giatnya mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan pemenangan Partai Golkar. Sehingga, kita bisa mencapai target sesuai yang ditetapkan, 110 kursi pada tanggal 17 April 2019.

Sejauh mana persiapan Partai Golkar dalam menghadapi Pemilu 2019?

Dalam rangka mencapai target tersebut, kita mempunyai strategi, menggunakan 3 jalur.
Pertama, jalur struktur partai. Dari tingkat pusat sampai ke tingkat desa atau kelurahan. Bahkan di tingkat paling bawah, ada yang namanya Pokkar (Kelompok Kekaryaan), Kelompok Kader.

Kemudian jalur yang kedua. Kita punya yang namanya Kepala Daerah. Partai Golkar (pada Pilkada sebelumnya) pernah memenangkan Pilkada lebih dari 50 persen. Kita memiliki kepala daerah di tingkat provinsi (gubernur dan wakil gubernur), kita punya kepala daerah di tingkat kabupaten/kota. Ada Bupati, wakil bupati. Walikota dan wakil walikota.

Mereka semua kita ajak untuk bersama-sama memenangkan Partai Golkar di wilayahnya masing-masing. Sehingga bisa berdampak pada pemenangan secara nasional.

Jalur yang ketiga adalah para caleg. Para caleg inilah yang paling intensif, paling masif. Mereka melakukan pendekatan pada masyarakat. Mereka inilah yang menjadi ujung tombak partai di dapilnya masing-masing.

Kelebihan Partai Golkar dibanding partai lain, para caleg Golkar ini punya keunggulan.

Karena apa? Suara para caleg lebih unggul dibandingkan dengan suara partai. Ini berbeda dengan partai-partai lain, barangkali.

kabargolkar.com

Yahya Zaini, Sekretaris Bappilu Partai Golkar (kabargolkar.com)

Ini berdasarkan data?

Ya, data tahun 2014. Sebanyak 60-70 persen suara Partai Golkar berasal dari caleg. Sedangkan 30-40 persen berasal dari partai politik. Nah ini juga menentukan nanti strategi baru dan akan dilakukan Partai Golkar untuk memperkuat suara partai.

Pertama, kita akan memperbanyak atribut Partai Golkar berkibar di setiap desa. Apakah itu bendera, kaos.
Kemudian kita mempertajam serangan udara. Kita sudah melakukan itu semua. Medsos kita gempur, dan nanti akan kita tingkatkan. Nah ini dilakukan dalam rangka memperkuat suara partai.

Supaya, caleg yang sudah bagus ditambah performa partai yang kian bagus maka suara partai akan makin meningkat.

Bagaimana bentuk perhatian dari DPP terkait caleg-caleg di daerah?

Pertama, sebelum caleg diturunkan ke daerah, Partai Golkar menyelenggarakan Orientasi Fungsionaris. Memberikan pembekalan. Itu dilakukan sebelum penetapan nomor urut.

Kemudian, setelah ada nomor urut, kita melakukan kegiatan yang namanya pelepasan caleg. Dan ini bukan hanya tingkat nasional, tapi seluruh Indonesia. Di tingkat provinsi, melepas caleg di wilayahnya masing-masing. Demikian juga di tingkat kabupaten/kota.

Nah, yang kedua, kita juga sudah membentuk Bappilu mulai dari pusat sampai ke tingkat kabupaten/kota. Sekarang sudah siap, dan mereka semua sudah bekerja. Mereka semua mengawal para caleg di lapangan.

Disamping itu, kita punya strategi baru, yang disebut dengan Micro Targeting, Big Data. Ini juga dalam rangka mengawal para caleg di lapangan supaya lebih terukur, lebih masif, dan tepat sasaran.

kabargolkar.com

kabargolkar.com

Menurut beberapa pendapat, ada yang mengatakan Pemilu kali ini adalah yang paling berat bagi Partai Golkar. Pertama, kali ini pemilu diadakan serentak. Artinya, pemilihan presiden, pemilihan anggota legislatif pusat sampai daerah diselenggarakn secara bersama untuk pertama kalinya. Dan ini menjadi sebuah tantangan untuk Partai Golkar. Karena tidak mengajukan capres maupun cawapres sendiri. Kemudian ada istilah coattail effect. Bagaimana Partai Golkar menyikapi hal-hal tersebut?

Saya kira Pemilu 2019 ini memiliki karakteristik berbeda, dibanding pemilu-pemilu sebelumnya. Karena untuk pertama kalinya diselenggarakan pemilu serentak. Tentu dari segi manajemennya, cara kampanyenya, kemudian juga cara penggalangan dan pendekatan kepada masyarakat tentu berbeda.

Yang terjadi sekarang ini adalah, euforia pilpres lebih mengemuka, lebih menonjol, lebih menguasai opini publik dibandingkan pilegnya sendiri. Oleh karena itu, dalam konteks ini, Partai Golkar mempunyai strategi juga yang berbeda barangkali, dan tidak dilakukan partai lain.

Buktinya apa? Misalnya setiap ada debat calon presiden dan calon wakil presiden, Golkar mempunyai kegiatan. Dalam rangka membentuk opini.

Seperti kemarin (debat capres pertama-red), sehabis tanggal 17 Januari. Kita pada tanggal 18 Januari ada pidato awal tahun Ketua Umum. Yang isinya perspektif visi-misi Golkar ke depan. Kemudian kita juga memberikan bobot terhadap apa yang disampaikan oleh Capres yang diusung Partai Golkar, yaitu calon bernomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

Perlu diketahui, Partai Golkar adalah partai pertama yang mengusung Pak Jokowi sebagai Calon Presiden untuk periode yang kedua. Hal itu dilakukan pada Rapimnas Partai Golkar pada tahun 2016. Kebetulan saya (saat itu) sebagai SC (Steering Committee) yang menyusun rumusannya, mengapa Partai Golkar perlu mendukung Pak Jokowi.

Artinya, sebenarnya tidak ada permasalahan terkait pemilu serentak bagi Partai Golkar?

Bagi Partai Golkar saya kira tidak ada permasalahan. Karena kita sudah menyiapkan jauh-jauh hari. Yang mungkin nanti ada sedikit permasalahan adalah justru pada tingkat pemilih.

Kenapa? Karena pada pemilu sebelumnya yang bertahap, kertas suara yang diberikan kepada calon pemilih atau pemilih di tiap TPS itu kan jumlahnya empat. Nah, sekarang ada lima. Semakin banyak. Sehingga dengan demikian, perlu dilakukan sosialisasi cara pencoblosan.

Partai Golkar sudah menginstruksikan kepada semua caleg di semua tingkatan agar mengintensifkan sosialisasi cara pencoblosan di dapilnya masing-masing. Sehingga kita akan mendapat input yang bagus, masyarakat lebih siap, lebih bagus.

Kemudian, apa pesan Cak Yahya sebagai Sekretaris Bappilu Pusat untuk Kader Golkar di Pemilu 2019?

Sebelum saya menyampaikan pesan, sekarang ini Bappilu Partai Golkar sudah mempersiapkan posko. Posko ini merupakan alat dan sarana pengendalian pemenangan Pemilu yang dilengkapi berbagai macam alat. Antara lain sistem komunikasi. Kita menggunakan sebuah sistem baru, yang belum pernah dimiliki oleh Partai Golkar pada periode sebelumnya.

Apa itu? Aplikasi Saksiku, dari Partai Golkar. Nah, sekarang ini kita sedang menyelenggarakan Bimtek (Bimbingan Teknis) aplikasi Saksiku. Kemarin angkatan pertama. Sekarang sedang berlangsung angkatan kedua. Kemarin 16 provinsi, sekarang 18 provinsi. Diharapkan dengan aplikasi Saksiku ini, Partai Golkar bisa melakukan hitung cepat hasil pemilu.

Selama ini kita cenderung manual, sehingga perlu menunggu, dan waktunya cukup lama. Tetapi dengan kemajuan teknologi, kita sudah punya aplikasi yang baru.

Kenapa ini penting? Karena untuk mempercepat mengetahui perolehan suara Partai Golkar. Dan juga agar tidak ada proses-proses yang merugikan Partai Golkar, pada tingkat TPS, lalu tingkat selanjutnya, sampai dengan nasional.

Partai yang punya aplikasi Saksiku siapa saja?

Kami berkeyakinan, hanya Partai Golkar yang punya.

Pesan Cak Yahya kepada para caleg

Kami berpesan agar kepada para caleg tetap semangat, kerja keras di dapilnya masing-masing, lakukan kampanye secara edukatif, mendidik masyarakat dan jangan membuat permusuhan dan pertentangan yang membuat masyarakat bisa terpecah-belah. Pemilu adalah kontestasi politik untuk membangun peri kehidupan bangsa yang lebih baik. Agar Indonesia lebih maju, lebih sejahtera di masa-masa yang akan datang.


Percakapan ini juga dapat disimak videonya melalui kanal youtube Kabar Golkar.

(kabargolkar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *