KABAR NASIONAL Kabar Pemilu

[Golkar 4G] Program Unggulan Partai Golkar: Revolusi Industri ke-4

Ilustrasi Revolusi Industri dari yang pertama sampai ke-4

kabargolkar.com – Indonesia memang masuk dalam 20 besar negara di dunia dalam hal produk domestik bruto (PDB). PDB merupakan ukuran besar aktivitas ekonomi suatu negara. Walau masuk ke dalam 20 besar, jumlah penduduk Indonesia merupakan terbanyak ke-4, sehingga jika PDB Indonesia dibagi ke setiap penduduknya maka Indonesia tidak dapat disebut negara yang sudah maju. Indonesia hanya bisa disebut negara berkembang. Tentu semua masyarakat Indonesia mencita-citakan Indonesia menjadi negara maju. Partai Golkar akan bergerak sesuai cita-cita masyarakat dengan menjalankan program Revolusi Industri ke-4.

Dengan selalu menduduki peringkat pertama atau kedua dalam pemilu tingkat pusat, Partai Golkar terbukti betul-betul menyerap aspirasi masyarakat. Aspirasi masyarakat yang dibawa Partai Golkar untuk Pemilu 2019 diwujudkan melalui 4 program Partai Golkar, sembako murah, rumah terjangkau, lapangan kerja mudah dan Revolusi Industri ke-4. Empat program ini disebut sebagai Golkar 4G. Selama tahun 2018, setidaknya dari dimulainya rangkaian Pilkada 2018 yang diselenggarakan serentak, Partai Golkar telah berkali-kali menyuarakan Golkar 4G ini.

Revolusi Industri pada abad 19 memang telah mengubah wajah dunia. Sebelum adanya revolusi industri, dunia didominasi sektor agrikultur saja. Sekarang ini Revolusi Industri bisa dibilang sudah terjadi 4 kali. Masing-masing revolusi industri memperlihatkan kepada kita teknologi terbaiknya. Revolusi Industri pertama mengenalkan dunia kepada manufaktur. Revolusi Industri kedua menghadirkan listrik ke dunia. Revolusi Industri ketiga memberikan internet kepada dunia. Revolusi Industri ke-4 menelurkan kecerdasan buatan.

Bagaimana Indonesia menyikapi Revolusi Industri ke-4? Tentu Indonesia ingin mencapai Revolusi Industri ke-4, tetapi Indonesia harus betul-betul memaksimalkan potensi ekonomi yang ada seperti jumlah penduduk, luas wilayah dan beragamnya sumber daya alam. Jika tidak dimaksimalkan maka teknologi tidak akan dipakai secara luas walau sudah ada. Sebagai contoh saja jika anda pengusaha dan melihat bahwa menambah jumlah tenaga kerja masih lebih murah dibanding mengganti tenaga kerja robot, maka anda tidak akan memakai robot. Namun jika nanti teknologi bisa lebih murah, maka tenaga kerja harus adaptif agar bisa diserap oleh industri. Kabar baiknya porsi tenaga kerja terhadap aktivitas ekonomi Indonesia lebih dari 45 persen sejak tahun 2015 menurut harian Financial Times. Sebagai catatan pada tahun 2008 masih di bawah 35 persen. Ini merupakan hal yang harus dijaga.

Indonesia juga harus paham posisinya dalam perdagangan dunia. Saat ini Indonesia masih dikenal sebagai pengekspor barang mentah dan pengimpor barang jadi atau setengah jadi. Berdasar data World Trade Organisation, sekitar 31,5 persen barang yang disekspor Indonesia itu diolah dan diekspor lagi oleh negara lain, sementara sekitar 14 persen barang yang diekspor Indonesia merupakan barang impor yang diolah di Indonesia. Pada posisi seperti ini, Indonesia masih bisa memaksimalkan kapasitas industrinya yang saat ini, apalagi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan kontribusi manufaktur pada aktivitas ekonomi Indonesia terbesar kelima di dunia dengan 20,5 persen.

Golkar 4G

Agar Indonesia siap menjalankan Revolusi Industri ke-4, maka peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) wajib dilakukan. Peningkatan kualitas SDM tentu akan membuat manusia tidak tertinggal oleh teknologi karena teknologi yang maju juga harus didampingi manusia yang maju. Peningkatan kualitas SDM membuat industri tidak akan kesulitan mencari tenaga kerja dan membuat investor semakin yakin memasukkan modal ke Indonesia dalam bentuk investasi langsung, tidak hanya dalam bentuk surat berharga dan saham. Kualitas SDM yang baik tidak mungkin membuat porsi tenaga kerja turun dalam aktivitas ekonomi.

Penguasaan teknologi juga sangat penting untuk menghadapi Revolusi Industri ke-4. Teknologi-teknologi terbaru dibutuhkan untuk memudahkan keberjalanan industri. Sampai saat ini perkembangan teknologi lebih terlihat menambah pekerjaan bagi manusia dibanding mengurangi. Bertambahnya jumlah pekerjaan tentu merupakan kabar baik bagi seluruh masyarakat.

Setelah meningkatkan SDM dan teknologi, Partai Golkar dapat mengagendakan peningkatan produktivitas melalui pengalokasian faktor produksi yang tepat. Meningkatnya produktivitas pada satu bidang usaha dapat berpengaruh baik bagi sektor lainnya sehingga secara garis besar pertumbuhan ekonomi bisa lebih tinggi. Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat lebih mudah memunculkan inovasi.

Indonesia juga harus meningkatkan keragaman industri. Dengan meningkatnya keragaman maka impor dapat dikurangi dan ekspor dapat meningkat. Industri yang beragam dalam suatu negara selain dapat membuat negara lebih mandiri juga membuat negara tersebut lebih siap menghadapi globalisasi. Lebih siap menghadapi globalisasi dapat diartikan ekonominya tetap tumbuh jika ada krisis global sehingga Revolusi Industri ke-4 dapat cepat terwujud.

Mewujudkan Revolusi Industri ke-4 di Indonesia memang sebuah keharusan untuk membentuk Indonesia yang lebih maju. Partai Golkar dapat mewujudkannya melalui 4 agenda: pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia; kedua, penguasaan teknologi; ketiga, peningkatan produktivitas melalui ketepatan alokasi faktor produksi dan keempat, peningkatan keragaman industri. Salam Golkar 4G.

Golkar 4G lainnya:

Sembako Murah

Rumah Terjangkau

Lapangan Kerja Mudah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *