KABAR DPD

Golkar Bali Sebut 85 Kursi DPR Itu Prestasi, Harus Disyukuri

Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto memberikan pidato politiknya saat Kampanye Akbar Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (9/4/2019). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA) 

Ketika dimintai tanggapan, Plt Ketua Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer mengaku baru mengetahui kabar tersebut. “Sampai sekarang Bali juga nggak ada diajak komunikasi,” katanya kepada wartawan, Selasa (28/5).

Kendati begitu, Demer menghargai adanya wacana tersebut. Hanya saja, Golkar Bali ingin melakukan Munas jika sesuai dengan AD/ART. “Boleh ada (Munas), tapi kita harus pastikan benar nggak 25 DPD itu. Untuk Munas ada mekanismenya di AD/ART,” tegasnya.

Demer pun meminta semua pihak menahan diri terkait wacana-wacana yang kontraproduktif. Pasalnya, saat ini Golkar masih dalam suasana Pileg 2019. Dia juga mengatakan bahwa Golkar Bali bersyukur terhadap perolehan 85 kursi di DPR RI.

Apalagi Golkar memperoleh kursi tersebut di saat kondisi partai yang tidak stabil di seluruh Indonesia. “Kita sih saat ini fokus Pileg saja, memang kemarin 85 kursi ini kami sangat syukuri. Apalagi delam kondisi terombang-ambing partai ini,” ujarnya.

Pihaknya menyatakan bahwa Golkar Bali tidak perlu Munas dipercepat karena prestasi Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto saat ini sudah sangat bagus. “Airlangga mampu mensolidkan Golkar, dimana Pak ARB, Pak Akbar Tanjung, Pak JK, dan Pak Agung Laksono kompak terjun ke masyarakat untuk Golkar, dan juga pertama kali Golkar menang pilpres,” ungkapnya.

Ketua Korwil Bali-Nusra DPP Golkar ini menilai bahwa perolehan yang dicapai pada masa kepemimpinan Airlangga Hartarto tersebut merupakan prestasi. Pasalnya, banyak lembaga survei yang meramalkan Golkar mendapat satu digit di Pileg, namun hal itu justru tidak terbukti.

“Bisa dibilang prestasi, kan orang menyaksikan Golkar mendapat dua digit, bahkan lembaga survei mengatakan Golkar mendapat satu digit, tapi dalam satu tahun kita rebound,” paparnya.

“Kalau dalam kondisi biasa-biasa saja sih menurun dari 91 ke 85 kursi, tapi dalam kondisi terpuruk inikan beda orang yang bekerja dalam 5 tahun dengan 1.5 tahun,” sambung Demer. (jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *