KABAR DPD KABAR GOLKAR KABAR NASIONAL

Golkar Bali Siapkan Saksi Berlipat di Pileg/Pilpres 2019

Kabar Golkar – Penghitungan di Pileg/Pilpres 2019 yang menjadikan proses pemilu paling krusial membuat partai politik siapkan diri mengawal suara di TPS. Partai Golkar menyiapkan saksi berlipat yang akan bekerja bergiliran, karena penghitungan suara di TPS diperkirakan memakan waktu sampai dinihari. Saksi berlipat ini untuk jaga- jaga pengawalan suara secara maraton.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu 2019 DPD I Golkar Bali, I Gusti Putu Wijaya di Denpasar, Minggu (4/11) mengatakan ada 12.215 TPS yang akan disiapkan KPU Bali dalam Pileg/Pilpres 2019 mendatang. Golkar mengestimasi siapkan saksi 2 orang di setiap TPS. Sehingga membutuhkan saksi 24.430 saksi di setiap TPS.

“Kami siapkan minimal 2 orang saksi di TPS yang bekerja bergantian. Jadi lipat gandakanlah personelnya, supaya penghitungan suara di TPS terkawal. Berebut suara di akar rumput boleh saja tajam, namun ketika suara di TPS hilang sia-sia tidak terkawal kerja kita jadi mubazir,” ujar politisi senior Golkar yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD I Golkar Bali ini.

Menurut Wijaya kalau suara di TPS tidak terkawal akan berdampak pada perolehen kursi dan kemenangan partai. Pengawalan suara di TPS dengan mengerahkan saksi berlipat ini karena proses penghitungan suara di TPS akan memakan waktu sampai dinihari.

“Kalau kita tidak siapkan minimal 2 orang saksi, dengan proses penghitungan yang panjang nanti, saksi kelelahan maka sangat riskan kehilangan suara. Siapa jamin tidak terjadi kecurangan,” tegas Wijaya.

Pada Pileg/Pilpres 2019 nanti ada 5 surat suara yang akan dicoblos pemilih. Surat suara untuk pemilihan Presiden, surat suara untuk pemilihan DPD, surat suara untuk Pemilihan DPR RI, surat suara untuk pemilihan DPRD Provinsi, dan surat suara untuk pemilihan DPRD kabupaten/kota. KPU Bali memprediksi proses penghitungan suara di TPS bisa lebih dari 12 jam, bahkan memasuki dini hari pasca pencoblosan.

Saat ini parpol dan penyelenggara pemilu (KPU) serta Bawaslu (pengawas) berlomba merekrut orang untuk bertugas di 12.215 TPS. Sementara Partai Demokrat juga instruksikan pengawalan suara di TPS secara ketat pada proses penghitungan suara di TPS. Wasekjen DPP Demokrat/Korwil Bali, Putu Supadma Rudana di Denpasar, Minggu kemarin menyebutkan saksi Partai Demokrat akan menggunakan kekuatan kader dan relawan secara gotong-royong. “Kader dikerahkan penggalangan saksi pengawalan suara Pileg, sementara untuk Pilpres akan gotong royong bersama relawan, dikombinasikan dengan kader. Jadi pengawalan suara yang bersinergi dengan kekuatan mesin partai dan relawan. Sebab di Pilpres kan ada koalisi parpol,” ujar anggota Komisi X DPR RI ini. Menurut Supadma Rudana, Demokrat tetap instruksikan para saksi yang akan bertugas di TPS kedepankan pengawalan suara dengan maksimal, mengedepankan kecerdasan dan ketegasan. Karena pertarungan sesungguhnya yang terjadi di Pileg 2019 nanti adalah di TPS.

“Saya pengalaman 2 kali bertarung ke DPR RI, melihat pertarungan sesungguhnya itu di TPS. Berjibaku turun menemui masyarakat, menarik simpati rakyat, membawa program dan aspirasi, namun hasilnya bisa sirna di TPS, ketika terjadi proses-proses demokrasi yang tidak jurdil. Kita berharap pemilu kedepan semakin berkualitas, stakeholder penyelenggara dan komponen pengawasan (Bawaslu) bisa maksimal dalam mengawal perhelatan Pileg/Pilpres 2019 nanti,” tegas politisi asal Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar ini.

Sementara Ketua DPD Gerindra Provinsi Bali, Ida Bagus Putu Sukarta secara terpisah menyebutkan di Pileg/Pilpres 2019 pengerahan saksi akan dilakukan secara gotong-royong bersama partai koalisi dalam pengawalan suara di Pilpres. Sementara untuk pengawalan suara Pileg 2019 kader partai yang akan bertarung di Pileg tentunya juga menyiapkan relawan. Mereka akan mengawal basis massa dan wilayah masing-masing. “Pengerahan saksi di TPS ini sudah dirancang, saksi kami akan diberikan pelatihan. Ada saksi melibatkan unsur kader ada juga relawan untuk pengawalan suara Pilpres 2019,” ujar anggota Fraksi Gerindra DPR RI dapil Bali ini.

Gus Sukarta yang pengalaman tarung di Pileg 2009 dan Pileg 2014 lalu menyebutkan pemilu krusial dengan proses penghitungan 5 surat suara di Pileg 2019 merupakan adu jeli para saksi. “Adu kecerdasan. Makanya saksi yang akan bertugas harus disiapkan pelatihan. Secara organisasi Gerindra juga punya mekanisme rekrutmen dan pelatihan saksi yang militan mengawal suara di Pemilu,” tegas politisi asal Griya Buruan, Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan ini. source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *