KABAR DPD

Golkar Berau Dorong Maksimalkan Potensi PAD Sarang Walet Gua dan Resor

ilustrasi (prokal)

kabargolkar.comTANJUNG REDEB – Berbagai masukan untuk Pemerintah Kabupaten Berau, disampaikan masing-masing fraksi dalam sidang paripurna pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RPABD) menjadi APBD, Jumat (30/11).

Dari delapan fraksi, empat yakni PKS, Gerindra, Demokrat dan Golkar menuntut Pemerintah Kabupaten Berau untuk terus mencari celah, dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menjadi juru bicara Gerindra, Fery Kombong menyebut memang masih banyak peluang yang dapat dikembangkan untuk menambah PAD Berau. Dari Fraksi Demokrat, Rustam juga mengatakan demikian.

Salah satunya sarang burung walet gua. Menurutnya, untuk memaksimalkan pemasukan dari sektor itu, Pemkab Berau harus melakukan inovasi. “Sarang walet gua masih belum jelas berapa produksi nyata dan hasilnya. Ini yang harus dicari bagaimana caranya supaya hasil pajak dari itu bisa lebih maksimal,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mendorong Pemkab segera menuntut pemilik-pemilik resor yang ada di Bumi Batiwakkal –sebutan Kabupaten Berau- untuk mengurus legalitasnya. Karena diyakininya, dengan banyaknya resor atau sejeninya khususnya di kawasan wisata akan membantu meningkatkan PAD Berau.

Elita Erlina dari Fraksi Golkar juga mendukung agar Pemkab Berau mendorong peningkatan PAD dari sektor pariwisata. Bahkan, pihaknya mendorong agar Pemkab Berau dapat memberikan porsi lebih besar untuk sektor itu.

“Perlu juga adanya berbagai event kreatif yang diselenggarakan di Kecamatan Tanjung Redeb sebagai, sebagai daya tarik wisatawan sebelum menuju pulau-pulau wisata,” ujarnya.

Masukan itu pun mendapat respons baik dari Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo. Bahkan diakuinya, legalitas resor memang menjadi salah satu hal yang pihaknya dorong, sejak tahun lalu dengan menerapkan pemutihan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Namun disayangkannya, hingga batas pemutihan yang ditetapkan, masih ada yang tak kunjung mengurus izinnya. Karena itu pihaknya berencana kembali memberi kesempatan dengan menambah masa pemutihan tersebut.

“Kami sudah berikan pemutihan, tapi masih ada yang belum mengurus, makanya kami rencanakan perpanjangan. Sejujurnya kalau mau langsung ditegakkan habis semua, makanya saya ingin beri kesempatan sekali lagi. Untuk walet juga akan kita ubah pola pungutannya untuk menghilangkan biaya tim pemungut,” jelas Agus. (prokal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *