KABAR GOLKAR

Golkar Dukung Penugasan TNI untuk Tumpas Terorisme di Papua

golkar

Melepas jenazah Sertu Anumerta Handoko. Jenazah diterbangkan ke Sorong untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Anggota Yonif 755 ini menjadi korban saat kelompok kriminal bersenjata menyerang Pos Mereka di Nduga (6/12/2018) (youtube)

kabargolkar.com – Kelompok bersenjata di Papua pada Ahad, 2 Desember 2018 lalu melakukan aksi biadab. Aksi  tersebut menyerang puluhan pekerja dalam proyek pembangunan jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga, Papua.

Akibat penyerangan itu, belasan pekerja dan satu orang anggota TNI tewas. Kabarnya, jatuh korban tewas 31 orang. Sejauh ini, tim gabungan TNI dan Polri menemukan 17 jenazah yang sudah teridentifikasi.

Hal ini memicu reaksi dari berbagai pihak. Presiden Jokowi Menyatakan tidak takut dan akan terus membangun Papua. Moeldoko selaku Kepala Staf Presiden pun mengecam aksi biadab itu sebagai tindakan terorisme.

Reaksi keras Partai Golkar

Partai Golkar pun bereaksi keras terhadap kejadian tersebut.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengutuk keras aksi penembakan keji tersebut dan meminta TNI dan Polri menangkap semua pelaku penyerangan. (5/12/2018).

Wasekjen DPP Partai Golkar Samsul Hidayat menyebut hal tersebut adalah aksi terorisme. (5/12/2018). “Membunuh warga sipil dengan biadab itu, tidak bersenjata dan tanpa perlawanan adalah perbuatan Teroris.”

Wabendum DPP Partai Golkar Pahlevi Pangerang menyatakan bahwa aksi terorisme tersebut harus ditumpas. (8/12/2018)

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie mendukung saran Ketua DPR RI Bambang soesatyo agar pemerintah menugaskan TNI untuk menghadapi terorisme di Papua.

“RI harus tegas memberantas terorisme berupa tindakan keji pembunuhan rakyat sipil di Papua. Medannya berat. Tidak bisa dengan jalan darat. Harus dengan jalan udara. TNI lah yang berpengalaman untuk ini.”

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) juga turut berkomentar tentang hal tersebut. JK mengatakan pemerintah telah berusaha semaksimal mungkin meredam konflik di Papua. Bahkan JK mengklaim pemerintah pusat sudah menuruti seluruh hak daerah. Menurutnya, semua hak mulai dari politik hingga ekonomi sudah diberikan ke bumi cenderawasih ini. Namun apabila kelompok separatis meminta Papua memisahkan diri dari Indonesia, maka JK memastikan, keinginan itu tidak dikabulkan oleh pemerintah.

Bagi Golkar NKRI adalah harga mati

Reaksi keras Partai Golkar dapat dipahami. Kelahirannya sebagai partai pembela NKRI dan Benteng Pancasila ini jelas melihat tindakan keji tersebut sebagai aksi separatisme yang harus ditumpas habis. Nasionalisme Partai Golkar sangat jelas.

Di lain pihak, Partai Golkar juga terus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah NKRI, termasuk Papua. Jadi isu Papua tidak ada pembahasan ke belakang lagi. Pemerataan pembangunan dan menjaga kedaulatan bangsa dalam kerangka NKRI adalah harga mati. (kabargolkar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *