KABAR GOLKAR

Golkar, Garda Terdepan Pembela Pancasila

kabargolkar.com – Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia tidak dapat menghindar dari derasnya arus globalisasi. Kekuatan globalisasi tersebut hadir di segala bidang, termasuk juga ideologi atau pemikiran yang ingin mengganggu bahkan mengganti ideologi bangsa yang telah disepakati bersama, yaitu Pancasila.

Masyarakat pun merasakan ancaman tersebut. Di tengah-tengah masyarakat beredar kekhawatiran akan ancaman pendongkelan ideologi Pancasila dengan ideologi lain oleh sekelompok orang. Namun, masyarakat perlu mengingat bahwa Partai Golkar akan selalu menjadi yang terdepan membela tegaknya ideologi Pancasila.

Keberadaan Partai Golkar saat ini lahir dari rahim perjuangan rakyat, mendengar suara rakyat yang langsung berhadapan dengan kekuatan merongrong dan terang-terangan ingin mengganti Pancasila.

Mengingat kembali sejarah kelahiran Golongan Karya

Berdirinya Partai Golkar diawali pada tahun 1964. Pada saat itu lahirlah Sekretariat Bersama (Sekber) Golongan Karya (Golkar) di periode akhir masa pemerintahan Presiden Soekarno. Saat itu, pendirian Sekber Golkar diprakarsai oleh golongan militer, khususnya perwira Angkatan Darat. Puluhan organisasi pemuda, wanita, sarjana, buruh, tani, dan nelayan untuk digabungkan dalam Sekber Golkar. Sebagai sebuah gerakan, Sekber Golkar berkembang sangat pesat.

Lahir pada 20 Oktober 1964, Sekber Golkar adalah bentuk perlawanan rakyat terhadap rongrongan dari Partai Komunis Indonesia (PKI) beserta ormasnya. Rongrongan tersebut hadir tidak hanya dalam kehidupan politik, namun juga dalam tiap sendi kehidupan bangsa dan negara saat itu. Sekber Golkar tidak dipengaruh politik tertentu, adalah wadah yang murni memperjuangkan suara rakyat, memperjuangkan tegaknya Pancasila. Tanggal 20 Oktober inilah yang kemudian dirayakan sebagai hari lahir Golkar tiap tahunnya.

Sejarah pun mencatat, Sekber Golkar bersama rakyat berhasil menjaga tegaknya Pancasila di bumi pertiwi. Kemudian berkembang menjadi Golongan Karya (Golkar), mitra pemerintah dalam pembangunan di masa Orde Baru. Golongan Karya pun tidak alergi terhadap pembaruan. Terbukti, di masa reformasi, Golkar mentransformasikan diri menjadi Partai Golongan Karya dan mengikuti Pemilu pada tahun 1999.

Gerak langkah Partai Golkar sejak akhir era pemerintahan Soekarno, sepanjang Orde Baru dan Orde Reformasi hingga saat ini tidak akan pernah berhenti. Semangat membangun dengan karya kekaryaannya akan terus berlanjut mewujudkan Indonesia sejahtera, sesuai dengan harapan rakyat, suara rakyat, suara Golkar.

Menghadapi tantangan masa depan

Partai Golkar akan terus membela dan mengamalkan Pancasila. Bersama rakyat, Partai Golkar sebagai anak kandung ideologi Pancasila akan berada di garis depan berhadapan dengan pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi lain. Partai Golkar tidak akan melupakan nilai luhur yang mengiringi pendiriannya, akan selalu tegak berdiri terdepan untuk membela Pancasila serta menjalankan amanat UUD 1945.

Amanat UUD 1945 yang terus akan digelorakan oleh Partai Golkar adalah untuk sebesar-besarnya mencapai kesejahteraan rakyat. Dalam setiap langkahnya, Partai Golkar harus mencerminkan simbol integritas dan perubahan ke arah yang lebih baik.

Menghadapi era milenial ini, para kader Partai Golkar dituntut untuk berpikir kreatif dan menawarkan kebaruan serta dapat menjadi solusi dari berbagai masalah yang mendera bangsa ini. Tentu saja, ide dan pemikiran tersebut tetap mengakar pada ideologi Pancasila.

Di usianya yang mencapai 54 tahun, Partai Golkar berkomitmen secara ideologis menjadi pembela, penegak dan pelaksana dari Pancasila. Penanaman nilai-nilai Pancasila sangat penting untuk menghadapi berbagai ancaman dan tantangan yang merongrong persatuan dan kesatuan bangsa. (kabargolkar)

#HUT54thGolkar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *