KABAR NASIONAL

Golkar: Indonesia Butuh Pemimpin Melek Teknologi

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada saat acara puncak HUT Partai Golkar ke 54 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta. Minggu (21/10/2019). (Photo/Tribun)

Kabargolkar.com, Jakarta – Partai Golongan Karya (Golkar) menawarkan konsep baru dari trilogi pembangunan. Golkar menawarkan trilogi pembangunan dengan gaya baru di mana di dalamnya terdapat industri yang berdaya saing, teknologi yang maju serta sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, dengan landasan filosofi kebangsaan yang solid, yaitu Pancasila, Indonesia ingin menjadi bangsa besar. Tak hanya itu, lanjut Airlangga, Indonesia juga ingin menjadi bangsa yang kuat jiwa dan raganya, serta bangsa modern yang harmonis, terdidik dan berpikiran luas.

“Untuk itu, Partai Golkar menawarkan konsep trilogi pembangunan yang diterjemahkan dalam konteks baru. Stabilitas politik, pertumbuhan, dan pemerataan, ketiga hal inilah yang harus menjadi tujuan simultan dari semua gerak langkah kita,” kata Airlangga Hartarto.

“Namun di masa mendatang trilogi tersebut harus ditransformasi dengan Industri yang berdaya saing, teknologi yang maju dan bermanfaat, serta sumber daya manusianya yang unggul,” sambung Airlangga.

Hal itu disampaikan Airlangga di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan tamu undangan kehormatan lainnya yang hadir di acara HUT ke-54 Partai Golkar, JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (21/10/2018).

Airlangga mengatakan dinamika global saat ini bergerak dan berkembang secara cepat. Dinamika ini acap kali melahirkan ancaman yang riil. Untuk Indonesia, Partai Golkar menilai situasi politik Tanah Air masih stabil setelah melewati 20 tahun reformasi sehingga berdampak pada stabilnya bidang ekonomi.

“Indonesia telah melewati 20 tahun reformasi dengan penuh stabilitas. Stabilnya ekonomi ini secara khusus karena kestabilan politik. Oleh karena itu dalam 20 tahun tersebut kita bisa melihat penguatan pendapatan masyarakat, turunnya angka kemiskinan dan meningkatnya derap langkah investasi dan industri,” jelas Airlangga.

Dia menuturkan untuk menjaga stabilitas ekonomi, Golkar selalu berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia 4.0. Airlangga optimis posisi Indonesia dalam bidang ekonomi akan semakin diperhitungkan di kancah dunia dua dekade mendatang.

“Partai Golkar selalu berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia 4.0. Sejak Presiden meluncurkan Making Indonesia 4.0 pada bulan April lalu, selalu masuk dalam pembicaraan terkait dengan rencana Indonesia untuk melakukan leapfrog terhadap ekonominya melalui implementasi Making Indonesia 4.0,” terang Airlangga.

“20 tahun yang akan datang, penggerak ekonomi Indonesia akan datang empat pilar, yaitu Industri, Teknologi, inovasi dan sumber daya manusia. Di mana ke empat pilar ini akan membawa ekonomi Indonesia mengalami leapfrog dalam ekonomi, di mana Indonesia akan masuk dalam jajaran 10 besar, namun saya yakin kita akan mencapai 5 besar ekonomi dunia dalam kurun waktu tersebut,” lanjut Airlangga.

Untuk mencapai cita-cita dari trilogi pembangunan dengan gaya baru tersebut, Airlangga yang juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian menuturkan Indonesia butuh pemimpin yang sadar teknologi. Dari pemimpin negara yang cerdas teknologi, lanjut dia, akan lahir karakter kepemimpinan yang serupa di segala bidang.

“Untuk mewujudkan hal tersebut kita butuh leadership yang melek teknologi dan tidak canggung untuk berinteraksi. Leadership-leadership yang tech savvy (cerdas teknologi) ini harus dibangun di semua level pemerintahan dan pada setiap pilar demokrasi,” tandas Airlangga. [Detik]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *