KABAR DPD

Golkar Jabar Keukeuh Tidak Akan Usung Caleg Mantan Koruptor, Meski Sudah Keluar

 

 

sejumlah simpatisan Partai Golkar.(Akurat.co)

Kabargolkar.com, Bandung – Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan, Golkar Jabar konsisten tidak akan mengusung calon legislatif mantan koruptor.

Hal itu disampaikan Dedi terkait keluarnya putusan Mahkamah Agung terkait PKPU Nomor 7 tahun 2017. Dalam putusannya, MA menyatakan bahwa larangan mantan narapidana kasus korupsi menjadi caleg dalam PKPU Nomor 20 tahun 2018 bertentangan dengan UU Pemilu Nomor 7 tahun 2017.

Putusan tersebut berakibat pada berubahnya status Tidak Memenuhi Syarat (TMS) bakal caleg eks koruptor menjadi Memenuhi Syarat (MS). Artinya, mantan napi korupsi diperbolehkan untuk maju sebagai caleg.

” Putusan MA keluar, Golkar Jabar konsisten tidak akan usung calon legislatif mantan koruptor. Bahkan, untuk Golkar Jabar diperluas lagi. Siapapun yang pernah melakukan tindakan pidana apapun yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap tidak akan diusung,” tandas mantan bupati Purwakarta dua periode ini, Minggu (16/8/2018).

Menurut Dedi, sedari awal pihaknya sudah membuat pakta integritas terkait bakal calon legislatif. Salah satu pakta integritas itu adalah bahwa bakal calon legislatif dari Golkar Jabar tidak ada yang pernah jadi narapidana.

“Dan di DCS (daftar calon sementara), tidak ada caleg dari Golkar Jabar yang jadi mantan narapidana,” tandas Dedi.

Disinggung pernyataan Ketua Umum Golkar Airlangga yang menyebutkan Golkar akan mengikuti putusan itu dan mempertahankan calegnya yang merupakan eks narapidana kasus korupsi, Dedi menyebutkan bahwa Golkar Jabar beda.

“Jawa Barat mah beda. Kita konsisten tetap keukeuh tidak akan mencalonkan mantan narapidana korupsi,” tegas Dedi. [Kokom]

Editor : Farid Assifa

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *