KABAR DPD KABAR KADER Kabar Parlemen

Golkar Kagumi Semangat Para Kader Lingkungan Kota Surabaya

Pertiwi Ayu Krisnha. [foto: ist]

kabargolkar.com, SURABAYA  РAda pemandangan yang berbeda saat menyusuri kampung-kampung di pinggiran Kota Surabaya. Kunjungan yang dilakukan bersama Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Krisnha, itu merekam sejumlah pemandangan yang kontradiktif.

Kontradiktif karena situasinya bertolak belakang dengan kondisi tengah kota yang bersih, banyak taman, dan hijau. Saat berkunjung ke Kampung Banowati, Simolawang, Kecamatan Simokerto, misalnya, sampah terlihat menumpuk di setiap sudut kampung. Kampung di bagian utara Surabaya ini menghadapi masalah lingkungan.

Sampah warga di kampung itu menumpuk hingga berhari-hari bahkan sampai seminggu. Kondisi ini terjadi berkepanjangan hingga warga kampung itu pasrah. \”Tetapi kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Perlu memang sentuhan pemkot (pemerintah kota) agar perhatian lingkungan bisa menyeluruh hingga ke kampung-kampung,\” ucap Pertiwi Ayu prihatin.

\”Dan yang lebih penting dari perhatian Pemkot itu sebenarnya adalah partisipasi warga. Mereka harus mengambil langkah saat sampah itu menumpuk di kampungnya. Lingkungan harus mereka jaga agar tidak berdampak pada kesehatan warga,\” tambahnya.

Sebenarnya sudah ada upaya warga yang berinisiasi mencarikan solusi atas situasi itu. Partisipasi warga itulah, yang menurut Pertiwi, harus terus didorong dan menjadi semacam perilaku dan karakter warga kampung di Surabaya.

Saat menyusuri kampung Simolawang itu, Pertiwi tahu bahwa pengelolaan sampah di kampung menjadi masalah yang tidak mudah. Pertiwi juga tahu ada upaya luar biasa yang ditunjukkan warga yang menjadi kader lingkungan di Simolawang. Mereka juga pengurus RT di masing-masing kampung. Yang lebih salut lagi, ternyata para kader lingkungan itu adalah ibu-ibu.

\”Emak-emak di kampung ini yang selama ini menjaga lingkungan agar tetap bersih. Namun karena petugas pengambil sampah berhari-hari tidak masuk, sehingga sampah menumpuk di kampung ini,\” kata Sri Hariati, pengurus RT di kampung itu.

Sadar karena tidak menjadi bagian dari tempat yang mendapat prioritas petugas kebersihan kota, warga pun berinisiasi mengelola sampah. Lagi-lagi, emak-emak lah yang mengambil peran.

Mereka rela door to door menarik iuran kepada warga agar alur sampah dari rumah ke pembuangan akhir berjalan lancar. \”Kami sudah punya tiga gerobak sampah hasil swadaya masyarakat,\” tambah Sri.

Emak-emak di Kampung Simolawang kini merencanakan pengelolaan sampah secara mandiri. Mereka yakin bisa merealisasikan pengelolaan sampah melalui bank sampah.

Ini yang membuat salut Pertiwi saat berkunjung ke Kampung Simolawang. \”Ini harus didorong lebih kuat lagi agar tujuan mulia emak-emak ini terealiasi. Saya akan ajak mereka studi banding ke kampung yang sudah sukses mengelola sampah dan bank sampah,\” kata Pertiwi.

Semangat ini yang menjadikan Pertiwi Ayu kian yakin bahwa kekuatan emak-emak akan mengubah stigma kampung yang bertumpuk sampah menjadi kampung bebas sampah.

\”Jangan pernah meremehkan kekuatan emak-emak. Saya yakin pengelolaan sampah di kampung ini akan lebih baik. Namun dengan syarat, yakni adanya dukungan dari Pemkot, misalnya dengan pengadaan bak sampah yang lebih memadai,\” kata Pertiwi. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *