KABAR DPD

Golkar Kalbar Pastikan Kawal Visi-Misi Sutarmidji-Ria Norsan

kabargolkar.com –¬†Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengeluhkan rancangan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Provinsi Kalbar 2019, tidak sesuai dengan visi-misinya sebagai Gubernur terpilih. Diusung enam partai dan didukung satu partai dengan 25 kursi dari total 65 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalbar, apakah visi-misi seperti pendidikan gratis akan mudah digolkan?

Sekretaris Partai Golkar Kalbar, salah satu pengusung Sutarmidji, Prabasa Anantatur menjelaskan, pasca pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, rencananya DPRD akan melakukan pengetukan palu perubahan anggaran. Hanya saja, Sutarmidji meminta pengetukan ditunda.

Prabasa mengatakan, penundaan itu berkaitan pula dengan defisit dan lainnya. Akhirnya, DPRD sepakat menunda ketuk palu. Menurutnya, penundaan itu membuat Sutarmidji melihat realitas yang ada sekarang.

Awalnya, dia mengaku sudah meminta Gubernur dan Wakil Gubernur baru untuk membentuk tim sikronisasi, agar visi dan misi masuk dalam anggaran 2019 maupun 2018. Namun ketika pelantikan dipercepat, hal itu sudah beda hal.

“Kita kan belum masuk dalam perubahan, berarti sudah wewenang Gubernur dilantik untuk itu. Diundurnya sesuai keinginan Pak Sutarmidji, supaya beliau memahami apa saja sih APBD tahun 2019,” jelasnya, Senin (17/9).

Menurutnya, setelah Sutarmidji menilai dan mengkaji APBD yang sudah tersusun ditemukan beberapa item yang bisa dipangkas, seperti perjalanan dinas. Dengan memangkas biaya perjalanan dinas, barulah visi misi Gubernur bisa diakomodir.

Dia menjelaskan, dengan adanya permohonan pengunduran tersebut, bisa saja ada perubahan dari rencana yang sudah disusun sebelumnya.

“Sekarang kan APBD itu belum sampai tingkat DPRD. Kita kemarin baru bicara pembahasan KUA. Yang perubahan saja belum. Itu bisa saja dilakukan perubahan oleh Gubernur baru,” jelasnya.

Dia mengatakan, Laporan Panitia Anggaran untuk Perubahan belum sampai, apalagi kalau berbicara murni tentang anggaran 2019. Nanti setelah ada jadwal dari eksekutif, pembahasan tersebut baru ke DPRD.

“Ini baru internal eksekutif dulu. Komitmen kita sebagai pengusung eksekutif, tentu akan mengawal terkait visi dan misi,” tuturnya.

Menurutnya, masih ada waktu untuk visi dan misi Gubernur Sutarmidji diakomodir, dalam rapat kerja dan masuk dalam pembahasan. Dia meyakini seluruh anggota DPRD akan mendukung Gubernur dan Wakil Gubernur, untuk merealisasikan visi dan misi yang telah dijanjikan kepada masyarakat.

“Saya yakin lancar saja nanti, apalagi memang di dalam aturan Mendagri APBD 2019, sesuai dengan visi dan misi Gubernur terpilih,” jelasnya.

Sutarmidji menargetkan di tahun 2019, program sekolah gratis sudah harus terealisasi. (kontributor)

 

 

sumber berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *