OPINI

Golkar Menjaga Tradisi Partai Papan Atas di Pemilu 2019

Deni Yusup

Oleh : Deni Yusup*

Pemilu telah usai. KPU telah menetapkan rekapitulasi nasional. Golkar berada di urutan ke 2 jumlah kursi DPR RI dengan jumlah 85 kursi dibawah partai PDIP dan diatas partai Gerindra. Ini menandakan Golkar tetap berjaya walaupun belum menjadi pemenang pemilu. Tetapi dengan raihan kursi DPR saat ini, bisa dibilang sangat mengembirakan bagi raihan Partai Golkar.

Kalau kita kembali ke belakang, konsolidasi Partai Golkar hanya dilakukan dalam rentan satu tahun setengah. Kepengurusan yang dipimpin oleh Ketua Umum Airlangga Hartarto. Dimana sebelumnya dipimpin oleh Setya Novanto yang begitu banyak dinamika dan sempat naik dan turun kembali secara elektabilitas partai politik seiring dengan masalah yang menimpa ketua umum saat itu Setya Novanto. Peralihan kekuasaan di Golkar kepada ketua umum Airlangga Hartarto memberikan harapan tersendiri bagi Golkar untuk bisa membawa Golkar naik dan tetap eksis dalam menatap pemilu 2019.

Harapan itu terbukti benar. Dengan kepemimpinan Ketua Umum Airlangga hartarto bisa membawa Golkar yang akhirnya mendapatkan peringkat dua raihan kursi DPR RI di Pemilu 2019. Sekaligus memenangkan Calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi- Maruf yang diusung oleh Partai Golkar. Dengan melakukan konsolidasi internal yang masif, dengan mengoptimalkan semua potensi sumber daya yang dimiliki oleh Partai Golkar. tokoh sekaliber Yusuf Kalla, Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, melakukan konsolidasi untuk terjun keliling daerah-daerah untuk mengampanyekan Partai Golkar.

Tidak cukup di sana, secara stuktural DPP partai melakukan konsolidasi yang masif dalam menggerakan DPD-DPD untuk memenangkan Golkar di daerahnya masing-masing. Ditopang oleh kader-kader terbaik Partai Golkar yang menjadi caleg di semua tingkatan untuk memenangkan Partai Golkar. Dengan kesuksesan Ketua Umum Airlangga Hartarto bisa mengkonsolidasikan secara masif dengan rentan waktu yang singkat ini. Hal ini menjadi faktor utama Golkar tetap berada di papan atas. Walaupun kita menyadari raihan ini belum sempurna karena belum sesuai dengan target internal yang diinginkan dengan raihan 110 kursi yang ditargetkan. Tetapi raihan saat ini sudah bisa dibilang sangat luar biasa sebagai partai politik yang berpengalaman, yang tidak surut walaupun sempat mengalami dinamika yang sangat tajam di rentan tahun 2014 sampai awal tahun 2017.

Dengan kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto dan ditopang oleh semua elemen Golkar, akhirnya Golkar boleh berbangga diri karena masih tetap menjadi partai papan atas. Dengan keadaan ini kita semua bisa melihat kedepan secara optimis untuk bisa memenangkan pertarungan pemilu 2024.

*Penulis adalah kader Partai Golkar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *