KABAR NASIONAL

Golkar Minta Karhutla di Papua Segera Diatasi

ilustrasi Kebakaran Hutan (iStock)

kabargolkar.comMeningkatnya jumlah titik api (hotspot) dari 211 menjadi 298 titik di wilayah Papua bagian selatan, yakni Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mappi, dalam dua hari terakhir yang berpotensi membahayakan aktivitas penerbangan dan mengganggu kesehatan warga.

Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo yang juga Ketua DPR RI melalui keterangan tertulis, Rabu (10/10/2018) meminta agar kebakaran hutan di beberapa wilayah di Papua segera diatasi oleh pihak-pihak terkait.

Bamsoet mendorong Komisi IV DPR meminta KLHK melalui Satgas Karhutla untuk segera melakukan pemadaman pada lahan yang terbakar serta melakukan upaya untuk mencegah penyebaran titik api, serta memberikan solusi berupa bantuan air atau pemadaman kepada wilayah yang terkendala akses sumber air, baik pemadaman melalui darat maupun udara (water bombing) mengingat mayoritas titik api di Papua berada di daerah yang terisolasi;

Ketua DPR RI ini juga meminta koordinasi antara Komisi IV, Komisi V DPR, dan Komisi VIII DPR bersama-sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) didampingi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk terus waspada terhadap meningkatnya kemunculan titik api di berbagai wilayah Papua, khususnya pada puncak musim kemarau.

Bamsoet mengungkapkan bahwa dibutuhkan solusi yang riil dalam mencegah terjadinya kembali karhutla ataupun membuat aturan maupun kebijakan yang dapat mendukung hal tersebut.

Selanjutnya, politisi yang ramah ini juga mendorong Komisi V DPR meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk terus berkoordinasi dengan BMKG dalam mendapatkan data terupdate dari kemunculan titik api di wilayah-wilayah yang memiliki potensi terjadinya karhutla, guna mengantisipasi asap yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan.

Kepada Komisi IX DPR, Bamsoet juga meminta agar bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dinas Kesehatan Daerah untuk melakukan langkah-langkah antisipasi dampak kebakaran lahan pada kesehatan masyarakat.

“Mempersiapkan seluruh kebutuhan obat-obatan dan alat medis bagi masyarakat, mengingat asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat setempat, seperti kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA-red),” pungkas Bamsoet. (tim liputan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *