KABAR NASIONAL

Golkar Nilai Mahasiswa Kurang Literasi Soal Isu Aksi Demo

Suasana Diskusi The Political Literacy Institute. (Foto: M Alfons/detikcom)

kabargolkar.com, JAKARTA –¬†Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Ace Hasan Syadzily menanggapi demo mahasiswa terkait RUU KUHP dan UU KPK beberapa waktu yang lalu. Ace menyebut demo mahasiswa tersebut dipicu oleh kurangnya literasi terhadap isu aksi.

“Kemarin saya sangat senang mahasiswa, teman-teman mahasiswa demo, cuma sayang nggak baca dulu RUU,” kata Ace dalam acara bedah buku Literasi Politik yang diluncurkan oleh The Political Literacy Institute di UIN Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (10/10/2019).

Ace mengatakan sempat bertanya kepada beberapa mahasiswa terkait substansi yang disuarakan oleh mahasiswa. Dia menyayangkan sebagian mahasiswa belum membaca secara utuh RUU KUHP.

“Kebetulan saya mengajar satu-satu yang demo, saya tanya udah baca UU KUHP belum? ‘Belum pak’ katanya, terus katanya tahu dari media sosial, ‘terus cuma baca itu aja?’ Iya katanya, jadi ini soal literasi politik yang tidak utuh, saya bilang ke temen temen, kritis bagus, tapi tolong baca sebelum anda kritik,” ucap Ace.

“Saya harap pada saat demo mahasiswa memiliki kemampuan luar biasa, karena itu yang dibutuhkan literasi politik, sebelum demo harus memiliki argumen politik yang kuat,” sambungnya.

Dalam diskusi yang sama, Ace juga mengatakan kondisi politik Indonesia saat ini yang cenderung memasuki era fire house of falsehood, era post truth, medsos yang dipotong parsial dipicu oleh kurangnya literasi politik. Karena itu, ia menyebut masyarakat harus mulai menghentikan kondisi tersebut dengan mencari informasi.

“Fenomena yang terjadi sekarang ini menyorotkan ke kita banyak peristiwa politik yang disebabkan karena orang tidak memiliki literasi politik. Menurut saya kehadiran literasi politik sangat sangat penting, kenapa? Karena informasi benar itu sesungguhnya adalah faktor kunci politik beradab, dan keadaban politik,” ucap Ace.

Sementara itu, Anggota DPR RI Maman Imanulhaq juga sependapat akan pentingnya literasi politik untuk masyarakat. Politikus PKB itu lebih menyoroti pada maraknya hoax lantaran kurangnya literasi politik di masyarakat.

“Tidak ada yang bisa melawan hoax selain gerakan literasi. Saya katakan gimana orang Indonesia bisa maju kalau tidak baca-baca, jadi menanggulangi hoax bukan regulasi habis-habisan tapi menumbuhkan kegemaran membaca,” ucap Maman dalam kesempatan yang sama. (detik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *