KABAR DPD KABAR PILEG

Golkar Optimis Raih Dua Kursi DPRD Dapil Minahasa-Tomohon

Ketua DPD I Golkar Sulut, Christiany Eugenia Paruntu dan Politisi Golkar Careig Naichel Runtu.

Kabargolkar.com, MANADO – Minahasa-Tomohon dipastikan menjadi salah satu daerah pemilihan (dapil) terpanas untuk perebutan kursi DPRD Sulut. Dikarenakan sejumlah nama populer, baik dari incumbent atau pendatang baru, akan saling sikut untuk berebut delapan tiket menuju gedung cengkih (sebutan gedung DPRD Sulut) nanti. Untuk itu, strategi khusus menghadapi pemilihan legislatif (pileg) 2019 wajib disiapkan calon legislatif (caleg) dan parpol.

Seperti PDI Perjuangan (PDI-P), menyuguhkan line up caleg dengan latar belakang beragam. Bahkan di dapil ini, partai berlambang banteng moncong putih itu berani menyandingkan kader senior dengan anak muda.

Di nomor urut satu, PDI-P menempatkan Vonny Paat. Mantan anggota DPRD Sulut ini, pernah menjadi pimpinan DPRD Tomohon dan pada pilkada beberapa waktu lalu sempat maju sebagai salah satu calon. Paat dikenal kader senior PDI-P. Kemudian ada Lucky Senduk, Wakil Ketua DPD PDI-P Sulut. Senduk pernah mencalonkan diri pada pileg 2014 lalu, tapi gagal meraih suara cukup untuk bisa duduk di DPRD Sulut.

Selanjutnya incumbent Fanny Legoh, bersama koleganya Jenny Mumekh yang diketahui Bendahara PDI-P Minahasa. PDI-P juga merekrut birokrat senior Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Denny Ferly Makisanti. Putra Tondano ini diketahui terakhir menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Manado.

Kemudian di antara line up ini PDI-P memasang anak muda Melisa Gerungan, Resa Waworuntu, dan Imelda Rewah. Dipercaya ketiga figur ini akan mampu menggaet pemilih milenial.

Lucky Senduk, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDI-P Sulut mengatakan, ditargetkan meraih empat kursi di dapil ini. “Naik satu kursi di banding Pileg 2014 lalu,” sebutnya.

Dia pun sangat optimis, dengan mesin partai ditambah ‘pemanasan’ pilkada lalu, PDI-P bisa mencapai target tersebut. “Target ini sangat mungkin diraih,” katanya.

Dari Partai Golkar optimis meraih dua kursi sebagaimana hasil pileg lalu. “Tetap target kami di tiap dapil minimal dua kursi. Begitu pun dengan dapil Minahasa-Tomohon. Kalaupun ada ketambahan kursi tentu itu sangat kami harapkan,” beber jubir Golkar Sulut Feryando Lamaluta.

Lanjut Lamaluta, Golkar tidak memprioritaskan kader khusus di dapil ini. Semua tergantung hasil perolehan suara nanti. “Setiap calon peluangnya sama. Siapa yang terbanyak itu yang mewakili Golkar,” tukasnya.

Partai NasDem, yang belakangan membuat gebrakan di sejumlah daerah, juga menargetkan dua kursi. Hal ini diungkapkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW NasDem Sulut Moktar Parapaga.

“Dari delapan calon, kami target dua bisa duduk di DPRD Provinsi,” beber Wakil Bupati Talaud yang baru saja terpilih ini.

Terpisah, Ketua Partai Gerindra Sulut Wenny Lumentut mengatakan, target partai berlambang garuda ini juga dua kursi. “Kita optimis karena selama ini legislator dari dapil Tomohon-Minahasa sudah bekerja untuk kepentingan rakyat. Walaupun diakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Di sisi lain, pengamat politik Dr Stefanus Sampe menilai, dari aspek kandidat yang berkompetisi, semuanya memiliki peluang yang sama. Namun tinggal bagaimana masing-masing caleg menunjukkan performance dalam menarik perhatian pemilih.

“Ini terkait juga dengan strategi yang digunakan tiap caleg. Di samping itu juga, harus diperhatikan tipe pemilih di dapil, dalam hal ini Minahasa-Tomohon,” katanya.

Karena, menurut Sampe, pemilih di dapil Minahasa-Tomohon, sama juga dengan mayoritas pemilih Indonesia. Umumnya masih pemilih tradisional. Dimana pemilih tradisional ini menentukan pilihan mereka berdasarkan kedekatan budaya, sosial, asal-usul, dan suku.

“Pemilih ini lebih mempertimbangkan platform parpol apakah sama dengan latarbelakang mereka,” terang akademisi Pasca Sarjana Unsrat ini.

Selain itu, lanjutnya, pemilih tradisional juga lebih senang menjatuhkan pilihan pada figur yang populer. Berbeda dengan pemilih rasional yang selalu menentukan pilihan mereka berdasarkan track record dan program kerja caleg dan parpol.

“Pemilih rasional ini juga ada di dapil Tomohon-Minahasa. Meskipun tidak sebanyak pemilih tradisional,” katanya.

Dengan peta pemilih ini, dia menjelaskan, dapat dilihat bahwa caleg populer serta memiliki kedekatan sosial dan budaya dengan masyarakat setempat akan mempunyai peluang memperoleh banyak suara.

Dia pun memprediksi PDI-P masih akan mendominasi pileg di dapil tersebut. “Kemudian diikuti oleh Golkar, Gerindra dan Nasdem,” pungkasnya.[Manadopost]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *